
| Senin, 8 Maret 2004 | Jawa Tengah - Pantura |
Tak Hiraukan Rumah yang Usai Dibangun Rp 20 JutaHARI itu, Selasa (2/3) lalu, Kusnadi (50) beserta keluarganya masih bercengkerama di dalam rumah. Dia tidak mengira dalam waktu singkat bersamaan dengan turunnya hujan, dinding rumahnya tiba-tiba merekah. Tanah pekarangan yang berada di belakang rumah tampak ambles sekitar satu meter. Sejenak kemudian dia sadar, hujan yang turun terus-menerus telah mengakibatkan longsor. Sejak itulah, selaku kepala keluarga, dia mengambil keputusan mengajak seluruh anggota keluarga mengungsi ke rumah saudaranya. Dia tidak lagi menghiraukan rumahnya yang baru dibangun hingga menelan biaya Rp 20 juta itu. "Yang penting keluarga kami selamat," katanya. Kusnadi adalah salah satu dari puluhan korban longsor di Desa Gununglarang, Kecamatan Salem, Brebes, yang terpaksa harus menginap di rumah saudaranya. Memang satu pekan terakhir ini, boleh jadi merupakan masa-masa paling menakutkan bagi ratusan warga desa yang berada di wilayah paling ujung selatan Brebes itu. Korban longsor lain adalah keluarga Rumanta (65). Rumahnya yang berlokasi tepat di pinggir Bukit Baribis tersebut bagian depan rata dengan tanah. "Untung, waktu itu kami sekeluarga berada di ruang bagian belakang. Tiba-tiba brek, rumah bagian depan hancur dan kondisi tanah di sekitar sini seakan-akan bergerak seperti gempa bumi," kenangnya. Cerita Duka Berbagai cerita duka juga muncul dari warga lain. Sebagian besar mereka cemas musibah tersebut akan terjadi seperti delapan tahun lalu. Betapa tidak, keretakan tanah hampir merambah di seluruh wilayah desa. Sekretaris Desa (sekdes) Sukirno menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan terdapat 34 rumah yang terkena longsor. "Kalau hujan turun terus-menerus, tidak menutup kemungkinan mengancam 272 rumah warga lain," kata dia. Dia mengakui, kondisi tanah di Desa Gununglarang dan Dukuh Telaga sejak dahulu labil. Jika terjadi longsor, tanah di sekitar retak-retak dan menghancurkan konstruksi bangunan rumah. "Sekuat apa pun bangunan, kalau tanah labil tentu akan merusak," kata dia. Hingga kini jumlah warga yang mengungsi ke saudara dekat 60 kepala keluarga. "Musibah itu sudah kami laporkan ke pihak Pemkab Brebes, namun hingga sekarang belum ada yang memberikan bantuan," ungkapnya. (Dwi Ariadi-17s) |