| INDEKS BERITA HARI INI | Jumat, 5 Maret 2004 |
855 Aset Siap Ditransfer ke PPA
JAKARTA-Sebanyak 855 aset yang tidak berperkara akan dipersiapkan untuk ditransfer dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). |
Liberalisasi Hanya Basa-basi
JAKARTA-Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti menilai dorongan menuju liberalisasi ekonomi dunia hanya merupakan basa-basi negara-negara besar. "Jadi jangan mempercayai suatu bangsa lebih dari national interest-nya. Pelajari, kalau kepentingan nasionalnya begitu maka pasti dia bicara di forum internasional begitu, baik di AFTA atau WTO. Kita tahulah siapa dia," kata Dorodjatun |
|
|
Harga Produk Pertanian Anjlok
BREBES-Pemerintah dinilai kurang memperhatikan nasib petani. Itu terlihat dari kondisi mereka yang makin terpuruk akibat harga produk pertanian di dalam negeri terus anjlok. "Lebih memprihatinkan lagi, pemerintah selalu mengimpor produk pertanian untuk menutup kekurangan kebutuhan dalam negeri dengan alasan lebih murah," kata Siswono Yudhohusodo |
Bank Niaga Alokasikan KPR Rp 400 Miliar
SEMARANG- Bank Niaga tahun ini menargetkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Jateng dan DIY tumbuh 20% dari 2003. Tahun lalu outstanding KPR Rp 272 miliar dan tahun ini dialokasikan Rp 400 miliar. "Kami optimistis, target itu bisa tercapai karena di Semarang saja rata-rata KPR yang terserap tiap bulan Rp 12 miliar untuk 100-an rumah," jelas Adi Wikarto |
|
|
Turunkan Bunga untuk Dorong Pengusaha Kecil
SEMARANG-Tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang terus turun dan berdampak pada bunga deposito serta pinjaman di bank umum yang rendah mulai direspon oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Lembaga keuangan tersebut mulai menurunkan bunga kreditnya. Salah satunya PT BPR Mandiri Artha Abadi Semarang yang mematok suku bunga kredit 1,25% per bulan. |
Calon Direksi dan Komisaris Telkom Diuji
JAKARTA-Menghadapi rencana penyelenggaraan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Telkom Tbk pada 10 Maret 2004 mendatang yang antara lain mengagendakan pergantian direksi, Kantor Meneg BUMN tengah melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 30 calon direksi dan komisaris. |
|
|
Bentoel Tidak Lagi Ekspor ke AS
MALANG - Rencana Pemerintah AS menerbitkan UU yang melarang rokok beraroma ditanggapi dingin oleh PT Bentoel. Apalagi pabrik rokok itu sejak 2002 tidak mengekspor produksinya ke negara tersebut. Sebelumnya pun jumlah ekspornya kecil, yakni sekitar 300 juta batang/tahun. |
Kadin Bantu UKM Dapatkan Kredit Bank
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) akan terus membantu usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mendapatkan kemudahan kredit dari perbankan. Mereka harus tumbuh bersama usaha besar lainnya dan menjadi mitra pemerintah dalam memajukan usaha dan menyerap tenaga kerja. |
|
|
Perusahaan Berprospek Berciri Selalu Tumbuh
YOGYAKARTA-Orang yang akan membeli saham suatu perusahaan umumnya terlebih dahulu meneliti apakah perusahaan tersebut memiliki prospek baik. Perusahaan yang berprospek memiliki ciri selalu tumbuh. Namun ukuran pertumbuhan perusahaan bervariasi dan sangat banyak. Gabungan berbagai ukuran tersebut dapat diringkas menjadi satu indeks yang mencerminkan Set Kesempatan Investasi (SKI). |
Bulog Jateng Sediakan L/C Rp 1,07 Triliun
SEMARANG- Keresahan petani saat panen raya padi akan segera sirna. Sebab, Perum Bulog Divre IV Jateng telah menyediakan dana pengadaan gabah kering giling (GKG) tahun 2004 sekitar Rp 1,07 triliun dalam bentuk letter of credit (L/C). Nilai sebesar itu sama dengan pembelian GKG sebesar 620.000 ribu ton dengan harga dasar Rp 1.725/kg. |
|
|
Hotel Siliwangi Pilih Segmen Keluarga-Pebisnis
HOTEL Siliwangi di Jalan MGR Soegijapranata Semarang, mencoba menarik konsumennya dengan menerapkan strategi memilah konsumen. Segmen pasar yang dilirik adalah konsumen keluarga dan para pebisnis yang kebetulan melakukan perjalanan ke Kota Semarang. |
Harga Ikan Dikhawatirkan Jatuh
PEKALONGAN- Masuknya ikan bawal dan ikan banyar dari Pelabuhan Perikanan Jakarta ke Pekalongan beberapa hari terakhir ini membuat para nelayan, pemilik kapal, dan pengurus kapal di Pekalongan sangat khawatir. Sebab itu dapat menjatuhkan harga ikan dalam negeri. Jika hal tersebut terjadi, nasib nelayan akan semakin memprihatinkan. |
|