
| Jumat, 5 Maret 2004 | Sala |
Penertiban, Banyak Pedagang Tak Jualan
BALAI KOTA- Penertiban PKL Manahan yang dilakukan Kamis kemarin oleh Tim Pemkot Surakarta berlangsung adem ayem. Pasalnya, hanya tiga orang yang sedang berjualan di sisi selatan Jalan Adisucipto Manahan. Adapun yang lain memilih tak berjualan. Dari ketiga pedagang tersebut, salah seorang di antaranya memprotes penertiban yang menurutnya tidak adil. Sebab tidak seluruh PKL di seputaran Manahan dipindahkan. "Kalau ada penertiban mengapa cuma PKL-nya? Bagaimana dengan penjual roti yang menggunakan mobil, kok tidak ikut ditata? Kalau PKL dioprak-oprak, apa kita harus menggunakan mobil agar tidak kena penertiban," kata Tikno, salah seorang PKL. Menanggapi hal itu Kepala Kantor Pengelolaan PKL Bambang Santosa W SH MH mengatakan, penertiban dilakukan secara bertahap sehingga tak seluruh pedagang kena. Namun ke depan mereka juga akan ditata. Selain itu pedagang yang menggunakan mobil sifatnya bergerak. Ketiga pedagang buah tersebut akhirnya ditempatkan di beberapa tenda PKL di sisi utara jalan yang tidak ditempati pemiliknya. Tiga pedagang itu dua di antaranya berasal dari luar Solo. "Jalur hijau tidak boleh digunakan untuk berjualan, sehingga kalau ada yang tetap menggelar dagangan di sini terpaksa kita pindahkan," ujar Kepala Kantor Satpol PP Soepono SSos yang memimpin penertiban.
Dipindah Belasan aparat berseragam itu dengan sigap mengangkat sarana dagang milik seorang pedagang buah dan memindahkan ke utara jalan. Setelah jalur hijau di sisi selatan dikosongkan, Soepono meminta Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) untuk segera membenahi jalur hijau. Jika tidak, PKL yang telah dipindahkan bakal kembali ke tempat tersebut. Selanjutnya Satpol PP, DKP, dan Kantor Pengelolaan PKL akan terus berpatroli di lokasi larangan itu. Jika ada pedagang yang kembali akan ditindak. Di sisi utara Jalan Adisucipto, aparat mengingatkan tiga PKL yakni seorang pedagang es kelapa muda, dan dua orang penyewa mainan. Mereka diminta tidak menempati depan pintu masuk Stadion Manahan. Dalam penertiban yang dilangsungkan mulai pagi hingga tengah hari kemarin, aparat menyita empat sarana dagang milik PKL yang disimpan di jalur hijau. Mengenai banyaknya pedagang yang tidak berjualan saat penertiban berlangsung, diduga ada kebocoran informasi. Namun Bambang Santosa membantah hal itu. "Bukan bocor, tetapi kita telah lebih dahulu memberikan surat edaran pada PKL tentang rencana tersebut. Maka mereka dengan kesadaran sendiri tak menggunakan jalur hijau. Justru itulah yang kita inginkan," kata dia.(G18-42s) |