
| Jumat, 5 Maret 2004 | Semarang & Sekitarnya |
13.000 Ha Lahan KritisUNGARAN-Bupati Semarang H Bambang Guritno SE mengakui di wilayahnya terdapat sekitar 13 hektare lahan kritis yang tersebar di 16 kecamatan. Karena itu, perlu penanganan serius. Sebab, lahan itu bisa menimbulkan bencana seperti banjir, tanah longsor dan kebakaran hutan. "Kami tengah mengupayakan langkah-langkah penyelamatan hutan dan mengantisipasi meluasnya lahan kritis. Dari data yang ada, penebangan kayu secara ilegal di sini mencapai dua juta pohon per tahun. Padahal, kemampuan Pemkab untuk melakukan penanaman ulang hanya satu juta pohon per tahun," papar H Bambang Guritno ketika di sela-sela acara pencanangan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan, di Desa Kalijambe, Kecamatan Bringin, Kamis (4/3). Hadir dalam acara tersebut Kapolres Semarang AKBP Drs Agus Sukamso MSi, Kajari Hermud Achmadi dan unsur muspida lainnya. Dia menambahkan, lahan kritis itu memerlukan penanganan yang serius oleh semua lapisan masyarakat. Sebab, masalah itu tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat sekitar hutan. Namun perlu diketahui, Pemkab memiliki komitmen untuk mengatasi persoalan itu secepat mungkin. Pada 2004 ini, lanjut dia, melalui Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL-Red) paling tidak lahan petanian seluas 2.827 hektare akan dihijaukan. Pihaknya telah menyediakan bibit tanaman 1,5 juta. Selain itu, kegiatan ini juga berkaitan dengan dicanangkannya GNRHL oleh Presiden Megawati di Yogyakarta, Februari lalu. "Kegiatan ini juga untuk mendukung surat keputusan bersama yang ditandangani Menko Perekonomian, Menko Kesra dan Menko Polkam dalam mendukung rehabilitasi lahan dan hutan di daerah," jelasnya. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Ir Wanardi MM mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan kerja menangani lahan kritis di Kabupaten Semarang. Salah satu caranya, dengan mengotimalkan pengembangan konservasi lahan kritis di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Tuntang, Serang, Bodri dan Kaligarang. Bahkan pihaknya telah menyiapkan jutaan bibit tanaman yang akan didukung sepenuhnya oleh pemerintah pusat. "Bibit tanaman itu kami siapkan melalui Balai Pengelolaan DAS Pemali Jratun dan didukung para petani. Selain itu, akan kami bangun DAM penahan dan 15 unit plug untuk mendukung program ini," paparnya. (D14-73k) |