
| Jumat, 5 Maret 2004 | Internasional |
FOKUSPeta Kekuatan antara Bush dan KerryWASHINGTON - President Bush versus John Kerry. Tema-tema yang mungkin diperdebatkan selama delapan bulan berjuangan memperebutkan Gedung Putih mulai diungkap kemarin. Presiden Bush terpukul akibat bahaya-bahaya di Irak pascaperang dan hilangnya pekerjaan di dalam negeri, namun unggul dalam hal keuangan dan pemetaan Electoral College. Para partisan dari kedua kubu (Demokrat dan Republik) telah mulai melontarkan pendapatnya tentang peluang kandidat mereka. "Presiden Bush memiliki lawan terbaik, namun jabatannya juga terancam," kata Tom Slade, mantan ketua Partai Republik Florida. "Ada riwayat pekerjaan selama empat tahun yang bisa disorot, dan saya sering berdebat dengan diri sendiri tentang siapa yang akan saya dukung - presiden saat ini atau penantangnya." "Pemilihan ini mungkin menjawab pertanyaan itu," kata Slade sambil mengeluh, "dalam keadaan lebih baik atau buruk." Jika demikian, pertanyaan itu mungkin terjawab di Florida dan 15 negara bagian, tempat Bush menang atau kalah lima angka atau kurang pada tahun 2000, yaitu negara-negara bagian di Midwest - Iowa, Minnesota, Missouri, Ohio, Michigan, dan Wisconsin; Northwest - Washington dan Oregon; Pennsylvania, Maine, dan New Hampshire di bagian Northeast; negara bagian di sebelah barat - Nevada dan New Mexico, serta di sebelah selatan: Tennessee dan Arkansas. Tennessee mungkin satu-satunya medan tempur pada tahun 2000 yang tidak memenuhi syarat. Jika Al Gore tidak bisa menang di negara bagian-negara bagian yang condong ke Republik, Kerry mungkin tidak bakal menang, kata pakar strategi Demokrat dan GOP (Republik). Serangan Iklan Dua negara bagian yang dimenangi Bush dengan hanya enam persen suara - Arizona dan West Virginia - mungkin menjadi tempat yang lebih kompetitif tahun ini. "Pengaruh Hispanik, serta imigrasi besar-besaran dari California, telah membuat politik di negara bagian ini moderat," kata Senator Ken Cheuvront, tokoh Demokrat dari Arizona. Dalam serangan iklan pertamanya, pembelian luar biasa sebesar 10,5 juta dolar (sekitar Rp 8,925 triliun), Bush menargetkan pemilih di 16 negara bagian medan perang dari pemilihan 2000 - minus Tennessee namun plus Wests Virginia dan Arizona. Dalam satu unjuk kekuatan, dia bahkan memasang iklan di negara bagian yang secara tradisional dikuasai Demokrat, Delaware. Gore menang dengan double digits pada 2000 di negara bagian tersebut. "Kita tahu bahwa pemilihan ini akan diputuskan di negara bagian yang jumlahnya terbatas pada Electoral College, dan kita mengambil keputusan berdasarkan hal itu," kata Matthew Dowd, ketua strategi kampanye. Perubahan-perubahan dalam Peta Electoral menguntungkan Bush. Presiden memenangi 30 negara bagian empat tahun lalu, yang memiliki 271 suara electoral pada 2000. Pembagian baru telah meningkatkan nilai mereka menjadi 278, tanpa satu suara pun diberikan. Basis Kerry yang terdiri atas 11 negara bagian plus District of Columbia dimenangkan dengan mudah oleh Gore pada 2000, yang memiliki 168 suara electoral pada 2 November mendatang. Selain kubu-kubu Demokrat itu, para pakar strategi Kerry yakin dia bisa menambah Michigan, Negara Bagian Washington, dan Maine, untuk bisa melewati ambang pintu 200 suara. Pada 2000 Gore mengklaim, negara-negara bagian itu merupakan sasaran paling empuk Demorat di antara semua negara bagian yang diundi, namun Bush berjuang keras untuk bisa memenangi negara-negara bagian itu. Deretan sasaran Kerry berikutnya mungkin lebih berat: Minnesota, Pennsylvania, Iowa, Oregon, Wisconsin, dan New Mexico. Dengan memenangi keenam negara bagian itu - yang tentunya bukan tugas mudah - akan membuat Kerry berada dalam jarak serangan ke 270 suara electoral. Dia masih perlu menang paling tidak di satu dari negara bagian paling kompetitif : Nevada, New Hampshire, West Virginia, Missouri, Arizona, Ohio, dan Florida termasuk sasarannya. Negara-negara bagian di sebelah selatan yang diperebutkan mungkin bisa dimenangkan Kerry, jika dia memperoleh hasil bagus di negara-negara bagian lain. Kekuatan Terbesar Bush Martha Dixon dari Komite Nasional Demokrat memberi Bush tembakan bagus di Arkansas. "Dengan segala masalah yang dihadapinya, dia tetap presiden dan hal itu sangat berharga," kata Dixon. "Dia harus mulai terbang ke seluruh negeri dengan pesawat besarnya dan berbicara muluk-muluk." Uang mungkin merupakan kekuatan terbesar Bush. Dia telah berhasil menggalang dana lebih dari 150 juta dolar (sekitar Rp 1,275 triliun), memecahkan rekor yang dipegangnya dan memberinya cukup dana untuk menegaskan Kerry sebagai tokoh liberal yang berubah sikap, lemah dalam memerangi terorisme, dan ingin menaikkan pajak. Kampanye Presiden Bush dimulai kemarin untuk iklan serangan TV, dengan menuduh Demokrat melancarkan "kampanye negatif yang tak menegnal belas kasihan" terhadap Buh tahun ini. Iklan TV presiden itu menggambarkan Bush sebagai caretaker negara dalam masa-masa bermasalah. Kerry, yang menurut para pembantunya telah mengumpulkan dana lebih dari satu juta dolar (sekitar Rp 8,5 miliar) sejak menyelesaikan nominasi, maih jauh di belakang Bush dalam hal dana. Kerry harus memperhitungkan Komite Nasional Demokrat dan kelompok-kelompok kepentingan independen untuk membantunya bersaing. Dalam laporan terbarunya, tim kampanye menyebutkan pihaknya mengantongi dana 2,1 juta dolar sampai 1 Februari, dengan utang 7,2 juta dolar. Kandidat Demokrat itu juga harus memperlengkapi pesannya bagi pemilihan umum, barangkali dengan memperlunak kecamannya terhaadp Bush. Para pembantunya sedang mempersiapkan serangkaian pidato kebijakan buat Kerry, yang mungkin melakukan lawatan ke luar negeri untuk memoles citranya.(ynews-niek-46) |