
| Jumat, 5 Maret 2004 | Internasional |
Poe Langsung Galang DukunganTACLOBAN - Para pendukungnya bersorak-sorai dan melambai-lambaikan bendera saat aktor Fernando Poe Jr memulai pencalonannya bagi pemilihan presiden Filipina kemarin, sehari setelah MA memutuskan dia boleh mencalonkan diri. Putusan yang sangat ditunggu-tunggu itu membuka jalan bagi persaingan sengit antara ikon layar yang populer di antara jutaan orang miskin melawan mesin politik yang diminyaki dengan baik, Gloria Macapagal Arroyo. ''Untuk kali pertama ini saya merasa sebagai orang Filipina yang dilahirnya secara alami,'' kata tokoh besar dan tegap berusia 64 tahun itu kepada wartawan, setelah tiba dengan jet pribadi di pusat kota pulau Leyte. Pulau itu merupakan tempat pertempuran laut terkenal pada Perang Dunia II antara pasukan AS dan Jepang. Mengenakan trademak-nya kaca mata hitam dan jins biru, Poe melakukan kunjungan kehormatan ke uskup Katolik pulau itu sebelum menumpang helikopter untuk menghadiri pawai-pawai kampanye yang diperkirakan akan menarik ribuan pendukung. Dengan hanya dua bulan sebelum para pemilih memilih presiden dan 17.000 pejabat di semua tingkat pemerintahan, para pengamat memandang putusan MA itu sebagai dorongan penting bagi Poe. Popularitas Poe menunjukkan tanda-tanda merosot dalam jajak-jajak pendapat belakangan ini. Angkat Pasar Keraguan tentang pencalonannya berisiko kehilangan pendukung politik, yang dananya sangat penting untuk menyukseskan kampanye di sebuah negara yang pemberiannya kepada para pemilih sama pentingnya dengan kebijakan. ''Kami bisa melanjutkan kampanye lagi,'' kata juru bicara Poe, Francis Escudero, kepada radio. Dia minta agar lawan-lawan aktor itu tidak mengajukan banding atas putusan MA itu, meski mereka bisa melakukannya. ''Marilah orang-orang memutuskan dan memfokuskan diri pada pemilihan dan bukan isu-isu seperti itu.'' Putusan tersebut ikut mengangkat pasar dari ketidakpastian yang menyebabkan nilai mata uang peso anjlok ke nilai rendah sekitar 56,50 per dolar. Kegelisahan investor atas kurangnya pengalaman atau program kebijakan Poe dikalahkan oleh kekhawatiran tentang kerusuhan massal oleh para pendukungnya jika dia didiskualifikasi dari pemilihan tersebut. Sejumlah pengamat berpendapat, masa istirahat itu mungkin menjadi pendek jika Poe melambung dalam jajak-jajak pendapat tanpa memberikan perincian lebih spesifik tentang rencananya untuk mengatasi masalah-masalah seperti korupsi, utang 60 miliar dolar, kemiskinan, kelompok pemberontak, dan berkurangnya kepercayaan investor. Jajak terakhir menunjukkan dia bersaing ketat dengan Arroyo dengan masing-masing meraih 30 persen suara dukungan setelah sempat unggul. Empat kandidat lain dianggap punya sedikit peluang. ''Kini tugas Poe-lah untuk menjelaskan kepada investor apa yang akan dilakukan jika dia memenangi pemilihan,'' kata David Fernandez, ketua riset utang Asia di JP Morgan Chase di Singapura.(rtr-niek-46) |