
| Jumat, 5 Maret 2004 | Internasional |
Soal Pasukan Perdamaian ASEANSingapura Tak Tertarik pada Ide IndonesiaHALONG BAY - Gagasan Indonesia bagi pembentukan pasukan pemelihara perdamaian regional, tidak mendapatkan tanggapan dari Singapura, Kamis kemarin. Para menteri luar negeri ASEAN kemarin mengadakan pertemuan informal di Vietnam, untuk membahas pembentukan pasukan yang dicita-citakan oleh Indonesia itu. Menlu Singapura Shanmugam Jayakumar mengatakan, ASEAN yang beranggotakan 10 negara itu, bukan forum yang tepat untuk berperan sebagai pemelihara perdamaian. "Kami kira, ASEAN bukanlah organisasi keamanan atau pertahanan," katanya kepada para wartawan di kota wisata Halong Bay, Vietnam, sekitar 100 kilometer timur Hanoi. Di kota itulah, para menlu ASEAN mengadakan pertemuan dua hari. Menurut Jayakumar, dia telah membahas usulan Indonesia tersebut secara resmi dengan beberapa menteri ASEAN. Namun dia tidak menolak gagasan itu sepenuhnya. "Mungkin suatu saat kelak, hal itu bakal menjadi lingkup kegiatan ASEAN," katanya. Indonesia menyatakan, ASEAN seharusnya dapat ikut melibatkan diri dalam pemeliharaan perdamaian, dengan melakukan kerja sama keamanan, sama seperti yang dilakukan PBB. Menurut laporan-laporan media, Pemerintah Thailand juga tidak sependapat dengan gagasan Indonesia itu. Ketika ditanya mengenai pandangan Bangkok, Menlu Thailand Surakiart Sathirathai mengatakan usulan tersebut akan dibahas lebih terperinci. Ditegaskannya, apa yang digagas RI tersebut hanyalah salah satu isu (keamanan), dan ada banyak isu lain yang dibahas dalam pertemuan di Vietnam itu. Deklarasi Kerukunan Pasukan pemelihara perdamaian, pasti bertentangan dengan doktrin lama ASEAN, yakni tidak campur tangan dalam urusan internal negeri masing-masing negara anggota. Tetapi kelompok negara-negara Asia Tenggara itu telah menghadapi sejumlah tantangan keamanan dalam beberapa tahun terakhir, yang meliputi serangkaian serangan kelompok militan. Pertemuan ASEAN di Halong Bay belum menetapkan agenda pembicaraan, dan para menlu mengatakan mereka memperkirakan akan membahas sejumlah topik ekonomi dan keamanan. Anggota ASEAN adalah Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Komunitas keamanan merupakan satu dari tiga komponen yang dipertimbangkan dalam Deklarasi Kerukunan ASEAN 2, yang dikenal juga dengan sebutan Bali Concord 2. Berdasarkan deklarasi itu, yang ditandatangani para pemimpin ASEAN pada Oktober lalu, para pemimpin ASEAN berjanji akan membentuk masyarakat ASEAN yang terpadu pada 2020. Masyarakat terpadu tersebut akan didasarkan pada tatanan Masyarakat Keamanan ASEAN, Masyarakat Ekonomi ASEAN, serta Masyarakat Sosial ASEAN. Menurut rencana aksi Masyarakat Keamanan ASEAN, suatu pasukan perdamaian ASEAN dengan pengaturan dan mekanismenya akan dibentuk pada 2012, untuk menyelesaikan konflik internal secara menyeluruh dan damai. Pasukan Netral Para menteri perhimpunan kawasan Asia Tenggara itu diperkirakan akan membuat rencana pada akhir Juni tahun ini, saat mana mereka bertemu di Jakarta pada pertemuan formal tingkat menteri. Pasukan perdamaian yang direncanakan itu dimaksudkan untuk menempatkan pasukan netral jika konflik muncul di tempat-tempat seperti di Aceh atau Filipina Selatan. Di tempat-tempat itu telah muncul gerakan separatis dan pemberontakan bersenjata, yang membuat repot pemerintah-pemerintah nasional, kata seorang pejabat Indonesia. Namun tetap belum jelas, apakah pasukan perdamaian ASEAN itu juga akan digunakan dalam operasi perdamaian di luar perbatasan keanggotaan pehimpunan tersebut. Selama pembicaraan Kamis kemarin, para menteri juga membahas masalah keamanan regional dan politik internasional, termasuk ketegangan di Semenanjung Korea dan ancaman terorisme global, kata para pejabat. Masalah lain termasuk keinginan ASEAN untuk menempatkan calon tunggal untuk jabatan sekjen PBB guna menggantikan Kofi Annan, yang masa jabatan lima tahun keduanya berakhir Desember 2006. ASEAN saat ini mempunyai kemungkinan dua calon: Menlu Thailand Surakiart Sathirathai dan mantan Deputi PM Malaysia Musa Hitam, kata para pejabat, memberikan indikasi. Para menlu tersebut juga kemungkinan akan setuju mengusulkan Pakistan bergabung dalam Forum Regional ASEAN (ARF), yang terfokus pada keamanan akhir, pada tahun ini. ARF terdiri atas 10 anggota negara ASEAN ditambah Australia, Kanada, Cina, Uni Eropa, India, Jepang, Mongolia, Selandia Baru, Korea Selatan, Papua Nugini, Rusia, dan AS.(rtr-ben-30) |