logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 5 Maret 2004 Ekonomi  
Line

Turunkan Bunga untuk Dorong Pengusaha Kecil

SEMARANG-Tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang terus turun dan berdampak pada bunga deposito serta pinjaman di bank umum yang rendah mulai direspon oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Lembaga keuangan tersebut mulai menurunkan bunga kreditnya. Salah satunya PT BPR Mandiri Artha Abadi Semarang yang mematok suku bunga kredit 1,25% per bulan. Sebelumnya, BPR tersebut menerapkan bunga sekitar 2% per bulan.

Bunga kredit sebesar 1,25% per bulan juga lebih rendah dari program untuk pengusaha kecil yang diluncurkan oleh pemerintah dengan suku bunga 1,36% per bulan.

"Kami berharap penurunan bunga bisa mendorong sektor riil khususnya pengusaha mikro, kecil, dan menengah untuk kembali giat melakukan aktivitas usahanya lewat dukungan permodalan berbunga rendah," kata Teguh Sumaryono SE, direktur BPR tersebut didampingi direktur lainnya, Soejianto, di kantornya Jalan Sugiyopranoto 26, kemarin.

Untuk menurunkan bunga kredit itu, pihaknya mengimbangi dengan melakukan efisiensi di berbagai sektor, khususnya operasional agar tidak mengalami negative spread.

"Perhitungan penurunan bunga sudah dipertimbangkan dari berbagai sisi sehingga kami tidak malah mengalami kerugian," ujarnya.

Dia menambahkan sejumlah biaya yang cukup menjadi beban bagi kegiatan operasional BPR adalah biaya operasional, misalnya petugas mengunjungi nasabahnya untuk membangun hubungan personal dalam meningkatkan kepercayaan.

Ia menjelaskan BPR yang baru berdiri tiga bulan lalu itu memberikan kredit bagi usaha kecil menengah (UKM) hingga Rp 150 juta.

Total aset yang dimiliki hingga Febuari 2004 mencapai Rp 6 miliar, sedangkan dana yang dihimpun Rp 3,74 miliar dan kredit yang disalurkan Rp 3,4 miliar. (G2-53)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA