
| Jumat, 5 Maret 2004 | Ekonomi |
Bank Niaga Alokasikan KPR Rp 400 MiliarSEMARANG- Bank Niaga tahun ini menargetkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Jateng dan DIY tumbuh 20% dari 2003. Tahun lalu outstanding KPR Rp 272 miliar dan tahun ini dialokasikan Rp 400 miliar. "Kami optimistis, target itu bisa tercapai karena di Semarang saja rata-rata KPR yang terserap tiap bulan Rp 12 miliar untuk 100-an rumah," jelas Adi Wikarto, Assistant Vice President Manager Consumer Sales Bank Niaga Semarang, didampingi Agung Prabowo, Senior Manager Marketing Communication, di Hotel Ciputra, kemarin. Dia mengemukakan, penyaluran KPR yang tinggi juga tidak terlepas dari perkembangan bisnis properti di Jateng yang setiap tahun diperkirakan tumbuh 20%. Selain itu, bunga KPR yang kini makin kompetitif membuat minat masyarakat untuk mengonsumsi rumah terus meningkat. "Itu juga terlihat pada perbandingan kredit konsumer di Bank Niaga Semarang dari 50:50 antara KPR dan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) menjadi 70:30," ungkap dia. Pelaksanaan Pemilu 2004, lanjut dia, tidak akan terlalu berpengaruh terhadap laju bisnis properti sehingga Bank Niaga yang sudah mengeluarkan produk KPR sejak 2000 akan terus mengekspansi. "Tentu saja tetap dilandasi oleh prinsip kehati-hatian. Selama ini kredit bermasalahnya hanya 0,25%. Angka tersebut akan terus kami tekan," ujar dia. Investasi Dia mengatakan, untuk meningkatkan penyerapan KPR pihaknya bekerja sama dengan DPD REI Jateng menyelenggarakan Ekspo REI 2004 di Mal Ciputra yang berlangsung hingga 9 Maret mendatang. "Pameran diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memilih investasi yang paling menguntungkan mengingat tingkat bunga deposito terus turun. Kami yakin, rumah atau tanah akan menjadi salah satu alternatif investasi yang paling menguntungkan," paparnya. Adi menekankan, dengan bunga 13% fix rate (bunga tetap) pada tahun pertama, nasabah dapat leluasa memilih sendiri lokasi dalam membeli rumah baru, second, atau tanah. Khusus di Ekspo REI, Bank Niaga memberikan kemudian berupa uang muka 10% dari harga pembelian dengan jangka waktu angsuran hingga 20 tahun. "Kecepatan layanan juga kami perhatikan. Artinya, maksimal empat hari bila persyaratan lengkap maka sudah bisa diputuskan bisa mendapat kredit atau tidak," tandasnya. Sementara itu, Agung Prabowo mengatakan, secara keseluruhan kredit yang disalurkan oleh Bank Niaga Jateng dan DIY hingga akhir 2003 adalah Rp 1 triliun. Tahun ini ditargetkan meningkat menjadi Rp 1,4 triliun. (G2-53j) |