logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 5 Maret 2004 Ekonomi  
Line

Hotel Siliwangi Pilih Segmen Keluarga-Pebisnis

  • Akan Bangun Kamar ala Penjara

HOTEL Siliwangi di Jalan MGR Soegijapranata Semarang, mencoba menarik konsumennya dengan menerapkan strategi memilah konsumen. Segmen pasar yang dilirik adalah konsumen keluarga dan para pebisnis yang kebetulan melakukan perjalanan ke Kota Semarang.

Hotel berbintang tiga tersebut menerapkan prinsip menghindari ekses negatif yang muncul dari hotel yang biasa menyediakan wanita dan minuman keras. Hal itu semata-mata demi kenyamanan segmen pasar yang dipilih, yaitu keluarga dan pebisnis. Karena itu mereka tidak risi saat berada di hotel tersebut.

Dengan strategi itu, diharapkan hotel dapat menyerap pengunjung sebanyak-banyaknya.

Selain itu, letak Hotel Siliwangi yang strategis, yakni dekat dengan kawasan Bandara A Yani Semarang, juga memberi nilai lebih. Pengelola Hotel Siliwangi H Imam Kamal mengatakan, kestrategisan lokasi menjadi faktor keuntungan dalam berbisnis hotel.

Masyarakat yang bermalam di hotel tersebut semakin banyak. Hal itu dibuktikan dengan rata-rata tingkat hunian (okupansi) hotel sebesar 80% tiap bulannya.

''Melihat kenyataan tersebut, kami ingin mengubah status hotel kami tidak lagi bintang tiga. Tentunya, itu dengan menambah sejumlah kamar dan fasilitas penunjang fisik hotel,'' jelas Imam.

Saat ini Hotel Siliwangi memiliki sekitar 63 kamar berbagai kelas dengan harga yang bervariasi. Untuk meningkatkan status hotel, rencananya akan ditambah sekitar 40 kamar lagi. Juga akan ditambah ruang pertemuan yang lebih luas.

Kualitas Pelayanan

Menurut Imam, selain penambahan fasilitas kamar dan sarana penunjang lainnya, kualitas pelayanan kepada konsumen juga akan ditingkatkan. Sebab pelayanan merupakan kunci keberhasilan pengelolaan hotel, selain kenyamanan. Petugas hotel harus ramah tamah dan menu masakan mesti sesuai dengan keinginan konsumen.

Yang unik, karena terletak dekat dengan Lembaga Pemasyarakat (LP) Wanita Bulu Semarang, pihak Hotel Siliwangi mendapatkan tawaran kerja sama dari Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (Depkeh dan HAM) untuk membuat ruang hotel yang bersuasana penjara.

''Depkeh dan HAM telah menyediakan tanah seluas 6.000 meter persegi dari total luas LP Wanita Bulu sekitar 16.000 meter persegi,'' ungkap Imam.

Tanah seluar 6.000 meter persegi yang disediakan itu, kata dia, berada di belakang LP Wanita Bulu. Rencananya, di lokasi itu akan dibuat sekitar 45 kamar yang bersuasana persis seperti di penjara.

Menurut Imam, investasi yang ditawarkan Depkeh dan HAM merupakan gagasan yang bagus. Sebab hotel dengan suasana penjara sudah dikembangkan di luar negeri. Selain untuk komersial dapat juga menjadi daya tarik wisata, baik domestik maupun mancanegara.

Spesifikasi hotel dengan suasana penjara itu, di luar negeri diminati oleh beberapa golongan orang tertentu. Apabila dapat dikembangkan di Semarang, merupakan hotel pertama di Indonesia yang bersuasana penjara.

Imam mengungkapkan, Depkeh dan HAM telah menawarkan kerja sama tersebut beberapa bulan yang lalu. Apalagi LP Wanita Bulu Semarang adalah salah satu peninggalan penjajah Belanda, sehingga diharapkan terus dipertahankan.

Ide tersebut, papar Iman, awalnya dicetuskan oleh Menteri Kehakiman dan HAM Prof Yusril Ihza Mahendra ketika mengunjungi LP Wanita Bulu tahun lalu. Bersamaan dengan itu, dia juga melihat pengembangan yang dilakukan Hotel Siliwangi yang bersebelahan dengan LP tersebut.

Adapun sistem pengelolaan yang ditawarkan kepada Hotel Siliwangi adalah dengan Built Operate Transfer (BOT). Karena yang membangun adalah Hotel Siliwangi, pihak hotel sepenuhnya mengatur dan membuat perencanaan. ''Termasuk pembangunan sarana dan prasarana hotel,'' ujar Imam. (Surya Yuli P-82i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA