logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 5 Maret 2004 Ekonomi  
Line

Bulog Jateng Sediakan L/C Rp 1,07 Triliun

  • Untuk Membeli Gabah Petani

SEMARANG- Keresahan petani saat panen raya padi akan segera sirna. Sebab, Perum Bulog Divre IV Jateng telah menyediakan dana pengadaan gabah kering giling (GKG) tahun 2004 sekitar Rp 1,07 triliun dalam bentuk letter of credit (L/C). Nilai sebesar itu sama dengan pembelian GKG sebesar 620.000 ribu ton dengan harga dasar Rp 1.725/kg.

''Dana dalam bentuk L/C, yang disediakan Bulog Divre IV bukan dana dari pemerintah, melainkan kredit komersial dengan beban bunga yang cukup besar, yakni sekitar 16% hingga 18%,'' tutur Kepala Bulog Divre IV Jateng Bachtiar RS, kemarin.

Kesempatan itu, kata dia, harus dapat dimanfaatkan oleh petani di daerah yang sudah mulai melakukan panen.

Yakni dengan menjualnya melalui kontraktor-kontraktor yang telah ditunjuk Bulog dan telah lolos prakualifikasi pada pertengahan Januari lalu.

Menurut Bachtiar, pembelian gabah petani harus berdasarkan pada kadar air di dalamnya. Untuk GKG Rp 1.725 dengan kadar air maksimum 14%, butir hampa kotoran maksimum 3%, butir kuning/rusak maksimum 3%, butir hijau/mengapur maksimum 5%, dan butir merah maksimum 3%.

Lalu untuk pembelian Gabah Kering Simpan (GKS) Rp 1.500 dengan persyaratan kadar air maksimum 18%, butir hampa/kotoran maksimum 6%, butir kuning/rusak maksimum 3%, butir hijau/mengapur maksimum 7%, dan butir merah maksimum 3%.

Sementara itu, harga Gabah Kering Panen (GKP) dibeli Rp 1.230 per kg, dengan persyaratan kadar air maksimum 25%, butir hampa/kotoran maksimum 10%, butir kuning/rusak maksimum 3%, butir hijau/mengapur maksimum 10%, dan butir merah maksimum 3%.

Bachtiar mengungkapkan, realisasi pengadaan pada 2004 ini lebih cepat dibandingkan dengan pengadaan gabah tahun lalu. Bila pada 2003, pengadaan dimulai 27 Februari, tahun ini dimulai pada 19 Februari.

Tercatat hingga Rabu (3/3), Bulog telah menyerap sekitar 25.156 ton gabah dibandingkan dengan pemasukan tahun lalu pada tanggal yang sama, yakni hanya sekitar 1.478 ton gabah.

''Lebih awalnya pengadaan gabah tahun ini dibandingkan tahun lalu, menepis anggapan bahwa Bulog Jateng dinilai lambat dalam pengadaan gabah untuk menyerap hasil panen petani,'' jelas dia.

Gabah yang telah diserap Bulog sekitar 25.156 ton tersebut, papar dia, terealisasi dari 5 Subdivre di Jateng kecuali Pekalongan.

Pengeringan

Sementara itu, untuk membantu petani mendapatkan kualitas gabah berdasarkan kadar air yang diinginkan, seiring dengan datangnya musim hujan, Bulog akan menambah 7 unit pengeringan (drying center) di beberapa daerah.

Pengeringan itu akan didirikan di Demak, Purwodadi, Pati, Blora, Sragen, Sragen, dan Banyumas.

''Selama ini, di Jateng telah terdapat 10 Unit Pengolahan Gabah (UPGB) Bulog, yang dilengkapi dengan penggilingan dan pengeringan,'' ujar Bachtiar.

Sementara itu, pelaksanaan giling gabah eks pengadaan pada 2003 telah selesai pada pertengahan Februari. Beras yang dihasilkan tersebut cukup untuk persediaan Bulog Jateng selama 7,5 bulan.

Terkait dengan SK Memperindag No 09/2004 tentang pelarangan impor beras hingga Juli 2004, Bachtiar mengungkapkan Bulog Divre IV Jateng telah mematuhinya.

Bahkan hingga Agustus nanti tidak ada kegiatan impor beras di Jateng.

''Kalau masih ada impor beras, saya menjamin bukan dilakukan oleh pemerintah atau Bulog, melainkan oleh importir swasta yang masih diizinkan,'' tegas dia. (H2-82i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA