logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 5 Maret 2004 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Pedagang Patiunus Datangi DPRD

  • Mereka Belum Mau Dipindah

PEKALONGAN - Sekitar 450 pedagang Pasar Patiunus ingin bertahan di tempat mereka berjualan. Mereka belum mau dipindahkan ke lokasi baru yaitu pasar darurat di lapangan Sorogenen yang berjarak sekitar 1 km dari Pasar Patiunus. Alasannya, kios di pasar darurat sangat sempit dan proyek pembangunan di Pasar Patiunus belum dikerjakan.

Aspirasi 450 pedagang itu disampaikan ke DPRD Kota Pekalongan melalui lima wakil mereka, yakni Muchalir, Ngasri alias Surip, H Mastur, Sueb, dan Mahmud Masykur. Di gedung Dewan mereka diterima dua anggota Komisi A, Zarkasyi Hamid dan Ismet Inonu.

Muchalir mengatakan, para pedagang mendapat surat edaran dari Dinas Pengelolaan Pasar Pekalongan agar mereka segera pindah ke pasar darurat paling lambat pada 15 Maret 2004. Hal itu karena Pasar Patiunus akan digunakan sebagai subterminal angkutan kota dan ruko. Harapannya, proyek subtermnal dan ruko itu selesai bersamaan dengan pembangunan Pasar Banjarsari.

Dia menjelaskan, semula pedagang Pasar Patiunus akan pindah ke pasar darurat. Namun, setelah mereka mengecek ke lokasi, ternyata tempatnya sempit sekali, hanya selebar satu meter. Padahal, di pasar Patiunus, para pedagang memanfaatkan tempat berjualan seluas 2-4 meter.

"Tempat di pasar darurat kami anggap kurang layak. Kami tidak akan bisa berjualan," tegas Muchalir dengan menambahkan penataan lokasi itu pun tidak berurutan sehingga pedagang enggan pindah.

Tidak Dirugikan

Dia menyebutkan, berkaitan dengan pemindahan itu, para pedagang menghendaki agar dicarikan jalan keluar yang baik agar mereka tidak dirugikan dan proyek pun tetap berjalan dengan lancar. "Yang jelas, jika pembangunan Pasar Banjarsari selesai, kami siap pindah ke pasar yang baru. Hanya, kalau bisa sekarang kami tidak usah dipindahkan ke pasar darurat," katanya.

Karena itu, Muchalir berharap agar para wakil rakyat menanggapi aspirasi para pedagang, sehingga mereka bisa berjualan dengan tenang. "Karena belum ada kepastian, kami tidak tenang berjualan di Pasar Patiunus. Apalagi, PLN juga pernah mendatangi ke pasar untuk memutus listrik di kios. Kami masih sanggup membayar rekening listrik," katanya.

Zarkasyi Hamid dan Ismet Inonu, anggota Komisi A DPRD menyatakan akan menyampaikan aspirasi pedagang ke pimpinan DPRD agar masalah itu diselesaikan oleh komisi yang membidanginya. "DPRD kini sedang mendampingi pansus ke luar kota, sehingga kami terpaksa yang menemuinya," katanya.

Mengenai lokasi Pasar Patiunus yang akan digunakan untuk pembangunan subterminal angkutan kota, Zarkasyi mengaku belum mengetahui. "Selama ini, kami belum pernah membahas hal itu," ujarnya. (A15-20e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA