| INDEKS BERITA HARI INI | Kamis, 4 Maret 2004 |
SBY: Saya Tidak Mau Berpolemik
JAKARTA- Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono menyesalkan berita tentang tidak dilibatkan dirinya dalam pengambilan keputusan di kabinet, sudah bergeser keluar dari konteks yang sebenarnya. Karena itu, dia tak ingin berpolemik soal isu pengucilan itu dan meminta semua pihak menghormati posisi masing-masing. |
Tak Boleh Jadi Capres
JAKARTA-Menkeh HAM Yusril Ihza Mahendra mengingatkan, meski eks PKI bisa menjadi calon anggota legislatif, tetap tidak boleh menjadi calon presiden. Biar saingan tidak banyak? "Yang sekarang dibatalkan adalah syarat menjadi anggota DPR. Berarti syarat menjadi capres yang tidak memperbolehkan eks PKI tetap berlaku." |
|
|
Al Qaedah Bantah Terlibat Aksi di Karbala
|
Kota Suci Penuh Darah
KOTA Karbala adalah tempat penting bagi peziarah kaum muslim Syiah. Kota ini memang merupakan tempat suci bagi para pemeluk Islam Syiah. Di sinilah terletak makam Imam Husein yang disucikan para pemeluk Syiah. Di kota itu pula tempat Imam Husein dan seluruh keluarganya terbunuh dalam sebuah pertempuran lebih dari 1.300 tahun lalu. |
|
|
Membantu Empat Presiden
|
Faktor Internal Bisa Gagalkan Pemilu
JAKARTA- Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono mengemukakan, faktor yang berpotensi menggagalkan Pemilu 2004 adalah faktor internal pada penyelenggaraannya. Hal itu disampaikan Hendropiyono kepada wartawan di sela-sela rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR RI di Gedung MPR/DPR Senayan, kemarin. |
|
|
Para Kiai Sepakat Tunggu hingga 5 April
MAGELANG-Untuk menentukan calon presiden, para kiai NU bersepakat untuk menunggu hasil pemilihan umum yang akan diselenggarakan pada 5 April 2004 mendatang. Sebab, dari hasil pesta demokrasi itu, baru bisa dilihat bagaimana kondisi atau situasi peta politik Indonesia. |
75 Kiai Kembali Dukung Tutut
JAKARTA- Manuver calon presiden (capres) untuk mencari dukungan terus berlanjut. Setelah keliling daerah, capres Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut) giliran didatangi puluhan ulama dan kiai dari berbagai daerah. Sebelumnya, sejumlah kiai dari Jatim juga berkunjung ke rumah Tutut untuk memberikan dukungan. |
|
|
Semua Capres Direstui Mbah Muntaha
|
Istri Andi: Polisi Menculik Suami Saya
|
|
Pabrik Es Milik Perusda Mangkrak
SEMARANG - Belasan aset perusahaan daerah (Perusda) Jateng yang dipandang kurang memberikan keuntungan bakal dijual. Aset tersebut diusulkan dilepas karena cenderung membebani keuangan negara. |
PT Ispat Meledak, 13 Luka-luka
SIDOARJO- Kembali terjadi ledakan pada pabrik di Jatim. Setelah PT Petrowidada dan PT Samator di Kabupaten Gresik, Rabu (3/3) gantian PT Ispat Indo meledak.Pabrik peleburan baja di Desa Kedungturi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo meledak lebih kurang pukul 05.45. |
|
|
Miranda Tak Memenuhi Panggilan Polisi
JAKARTA- Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Miranda Goeltom, kemarin tidak memenuhi panggilan penyidik di Mabes Polri. Hingga petang kemarin, ketidakhadiran saksi itu belum ada keterangan dari penyidik. |
Disesalkan, Petugas Kloter Tak Profesional
SOLO- Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Adi Sumarmo menyesalkan beberapa petugas kloter yang tidak melaksanakan tugas-tugasnya secara profesional. |
|
|
Dialog Wali Kota-PNS Bernuansa Politik
SEMARANG- Dialog antara Wali Kota Semarang dan jajaran PNS di lingkungan Pemkot yang berulang-ulang ternyata ada yang menilai bernuansa politis. Meski muatan politisnya bukan dari Wali Kota sendiri, melainkan dari PNS yang hadir dalam acara itu. |
Belum Ada Parpol Serahkan Rekening Dana Kampanye
SEMARANG-Kewajiban para peserta Pemilu 2004, baik parpol maupun perseorangan untuk menyerahkan sejumlah hal pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng belum seluruhnya dilaksanakan. Kewajiban itu meliputi penyerahan rekening khusus dana kampanye, daftar jurkam, dan tim penyelenggara kampanye. |
|
|
Pemusik Jazz Nick Mamahit Meninggal Dunia
KABAR duka, semalam menyeruak dari dunia musik. Kali ini, insan musik Indonesia kembali harus kehilangan seorang tokohnya, musikus jazz yang pernah terkenal pada 1960 dan 1970-an. Tokoh itu, Nick Mamahit. Rabu (3/3) pukul 19.30 WIB kemarin menghebuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Prikasih, Pondok Labu, Jakarta. |
Kembar Siam Wonogiri Jadi Anak Sumaryoto ''Mereka Akan Kami Anggap Anak Sendiri''
|
|