logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 4 Maret 2004 Liputan Pemilu 2004  
Line

Peta Pemilu 2004 di Jawa Tengah (16)

PKB dan Golkar Siap Hadapi PDI-P

OPTIMISME membumbung tinggi di kalangan pengurus partai-partai besar di Daerah Pemilihan (DP) Jateng-8. Tetapi, suara sumbang sebagian masyarakat soal perolehan suara PDI-P yang bakal menyusut juga tak kalah santernya.

Alasannya, banyak kader yang hengkang ke partai lain yang berbasis nasionalis, terutama PNBK, Partai Pelopor, dan PNI Marhaenis. Tapi, menurut Ketua DPC PDI-P Banyumas Suherman, jumlah kader yang hengkang tidaklah banyak.

''Memang ada yang hijrah ke partai lain. Tetapi yang masuk ke PDI-P jauh lebih banyak. Karena itu, kami optimistis menang lagi. Apalagi dilihat struktur dari pusat hingga ranting, PDI-P paling siap menghadapi pemilu,'' jelasnya.

Target PDI-P dalam Pemilu 2004 tidak muluk-muluk. Jika pada pemilu lalu meraih 19 kursi di DPRD Banyumas, kali ini dipatok 20-23 kursi. ''Syukur-syukur mampu merebut 50 persen kursi atau lebih,'' tandas Suherman.

Kubu Partai Golkar, seperti dikatakan Wakil Ketua DPD II L Isworobroto, tidak kalah yakinnya. Diakui, di masa lalu partainya banyak mendapat hujatan. Tetapi berbagai hujatan itu justru menjadi pelajaran bagi partainya untuk menata diri dan konsolidasi ke dalam, agar pada Pemilu 2004 bisa meraih suara lebih banyak ketimbang pemilu lalu.

Enam DP

Dalam Pemilu 2004, Kabupaten Cilacap dibagi menjadi enam DP, masing-masing DP I (Kecamatan Adipala, Kroya, Binangun, Nusawungu), DP II (Jeruklegi, Sampang, Kesugihan, Maos), DP III (Cilacap Selatan, Cilacap Tengah, dan Cilacap Utara), DP IV (Karangpucung, Gandrungmangu, Bantarsari, Kawunganten), DP V (Patimuan, Cipari, Sidareja, Kedungreja), dan DP VI (Wanareja, Majenang, Dayeuhluhur, dan Cimanggu).

Meski perolehan suara PDI-P dalam pemilu lalu tidak mencapai 50 persen, tetapi partai ini diprediksi akan kembali menempati urutan teratas dalam Pemilu 2004. Hal ini disebabkan persiapan PDI-P dalam menghadapi pemilu kali ini jauh lebih mapan ketimbang partai-partai lainnya.

Ketua DPC PDI-P Cilacap, H Fran Lukman, menegaskan partainya telah melakukan berbagai persiapan, antara lain membentuk Panitia Pemenangan Pemilu Cabang (Pappucab) untuk tingkat kabupaten dan Pappucam di tingkat kecamatan.

''Bahkan kami membeli beberapa truk untuk mengangkut massa pendukung pada saat kampanye nanti. Setiap PAC dapat kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Kendaraan ini untuk mempercepat mobilitas pengurus saat mengikuti konsolidasi internal partai,'' jelasnya.

Namun kekuatan Partai Golkar, sebagai pemenang kedua, tidak dapat diremehkan. Dalam Pemilu 1999, partai pilar Orde Baru ini mampu meraih sembilan kursi DPRD kabupaten.

Di Cilacap, Golkar masih memiliki pendukung cukup kuat. Bahkan partai tersebut memiliki basis massa, terutama di Majenang dan Dayeuhluhur. ''Untuk menghadapi Pemilu 2004, kami telah melakukan pembinaan ke kader-kader secara rutin. Hal ini agar mereka mampu mendekati masyarakat secara simpatik,'' ungkap Ketua DPD II, Ny Hj Indiatun Soekardi.

Sayangnya ketika pertai lain bersiap-siap menghadapi pemilu, Golkar Cilacap justru dilanda konflik internal, bahkan sampai ke meja pengadilan. Hal itu tentu saja cukup menyita waktu, tenaga, pikiran, dan dana.

Kekuatan Lain

Kekuatan lain yang bisa membayangi PDI-P adalah PKB, yang lima tahun lalu bisa mendapatkan tujuh kursi DPRD, serta PPP (empat kursi). Meski jumlah kursi yang diraih kedua partai ini kalah jauh dibandingkan dengan PDI-P (17), kekuatannya tidak boleh diabaikan. Sebab, PKB dan PPP sudah lama ancang-ancang untuk menghadapi Pemilu 2004.

''PKB berusaha semaksimal mungkin untuk menambah jumlah kursi. Jika sebelumnya hanya mendapat tujuh, kali ini kami menargetkan minimal 10 kursi,'' kata Ketua DPC PKB, H Syamsul Hidayat Hammaf.

Sebagai partai yang berbasis massa NU, upaya menghimpun kekuatan pun dilakukan dengan melakukan pendekatan ke sejumlah kiai kharismatik dan tokoh NU lainnya.

Semangat dan optimisme serupa juga dikemukakan Ketua DPC PPP, H Thohirin Bahri BA. Dia optimistis partainya mampu menambah jumlah kursi, dari empat menjadi enam kursi.

''PPP masih memiliki basis massa yang kuat. Sampai sekarang beberapa kecamatan masih jadi kantong suara bagi PPP. Selain itu, kami juga menghimpun kekuatan melalui tokoh-tokoh PPP, termasuk kiai-kiai kharismatik yang sejak dulu selalu berjuang bersama-sama di PPP,'' tambahnya.

Kita tunggu saja partai mana yang akhirnya memenangi pemilu. Yang terpenting, partai dan massanya sanggup mengendalikan diri masing-masing, baik selama masa kampanye, pemungutan suara, maupun hari-hari sesudahnya. (Agus Sukaryanto, Sigit Oentoro-48)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA