
| Kamis, 4 Maret 2004 | Liputan Pemilu 2004 |
Pemilu 2004Duet Mega-Hasyim Hapus KesalahanJAKARTA-Koalisi duet Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi yang digagas elite PDI-Perjuangan hanya bertujuan menarik simpati pemilih warga NU. Maksudnya agar nahdliyyin melupakan pelengseran Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada Sidang Tahunan (ST) MPR 2001 yang kontroversial dan digantikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri Kritik itu disampaikan fungsionaris DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Ali Mubarak, menanggapi sikap manis elite dan kader PDI-P seperti Taufik Kiemas yang mencoba merangkul Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menjadi capres. ''Warga nahdliyin dan PKB pernah disakiti ketika Gus Dur dilengserkan pada ST SI MPR dan digantikan oleh Megawati secara tidak konstitusional, karena tidak ada kesalahan yang terbukti,'' ujar Ali Mubarak, Wakil Bendahara DPP PKB yang juga menjadi caleg dari daerah pemilihan Jateng X, Pemalang, Pekalongan dan Batang, di ruang kerjanya Jakarta kemarin. Alasannya, Hasyim adalah pimpinan ormas keagamaan yang secara Undang-undang (UU), tidak bisa mencalonkan presiden, karena hanya parpol peserta pemilu yang berhak. Dari situ, menurutnya, tidak logis melirik Hasyim untuk capres.''Mau darimana Pak Hasyim dicalonkan. PKB sudah calonkan Gus Dur,'' tegasnya. Oleh karena itu, sikap manis elite PDI-P itu dinilai hanya untuk mendapat dukungan, dan warga nahdliyin melupakan peristiwa pelengseran Gus Dur yang menyakitkan warga NU. ''Warga NU saat itu disakiti dengan melengserkan Gus Dur secara tidak konstitusional,'' tegasnya. Dia mengaku, masih ada peluang PDI-P bisa mencalonkan Hasyim, jika bisa memperoleh suara 20 persen pada pemilihan legislatif. Namun hal itu sulit, karena diprediksi perolehan suara partai pemenang pemilu 1999 itu akan menurun. ''Intenral tak baik, Mega gagal berantas KKN yang bisa menurunkan kridibilitasnya.'' Karenanya dia berharap dan percaya warga NU mengetahui strategis politis PDI-P dalam menggandeng Hasyim. Selain itu dalam rangka memecah kekuatan NU yang telah mendirikan PKB. ''Kita dan warga NU tahu itu.'' Diakui PBK dan NU mengalami masalah internal, terutama konflik Gus Dur dengan Hasyim yang terus berlanjut. Namun dia percaya pada saatnya nanti akan terjadi islah dua kubu di NU, dan warga tetap mendukung partai yang dilahirkan oleh PBNU tersebut. Biasanya kalau sudah kritis, mereka bersatu lagi.'' (di-88) |