logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 4 Maret 2004 Liputan Pemilu 2004  
Line

Pemilu 2004

Penolakan Gus Dur Bersifat Pribadi

BOYOLALI - Penolakan dukungan kepada mantan presiden Abdurrahman Wahid selaku calon presiden (capres) adalah pernyataan pribadi. Sebab, sampai sekarang dukungan GP Anshor kepada capres belum diputuskan di tingkat pusat. Pimpinan wilayah (PW) pun juga belum diundang menghadiri konferensi besar (konbes).

''Jadi, sekali lagi penolakan Gus Dur selaku capres adalah pernyataan pribadi, tidak bisa diartikan sebagai statemen organisasi. Itu tidak benar,'' tandas Ketua GP Ansor Jateng Drs Mufid Rahmat, kemarin.

Sebagaimana diberitakan di salah satu media lokal di Solo, Ketua Umum Pelaksana Harian (PLH) GP Ansor A Zuhdi Muhdlor dalam jumpa persnya di Jakarta mengatakan, GP Ansor yang merupakan salah satu organisasi onderbow NU menolak mendukung Abdurrahman Wahid selaku capres. ''Kalau boleh saya berandai-andai, akan mendukung capres yang belum pernah menjadi presiden,'' kata A Zuhdi.

GP Ansor mempunyai media sendiri dalam memberikan pernyataan dukungan capres. Sampai sekarang belum ada media untuk menyampaikan pernyataan dukungan kepada capres siapa pun. Secara organisasi juga belum menyelenggarakan konbes untuk menyatakan dukungan. Jadi, terasa lucu dan aneh kalau ada yang menyatakan penolakan capres Gus Dur.

Jangan Terpecah

Logikanya, kalau sudah menjadi keputusan organisasi PW pasti diundang atau diilibatkan dalam pemberian dukungan. ''Selaku Ketua GP Ansor Jateng, saya belum pernah mendapat undangan konbes. Bagaimana bisa dinyatakan sebagai pernyataan organisasi, kalau PW tidak pernah diundang untuk menghadiri konbes,'' kata dia yang juga caleg DPR dari PKB nomer 1 dari daerah pemilihan (DP) V Jateng (Boyolali, Klaten, Solo, dan Sukoharjo).

GP Ansor, lanjut Mufid, adalah anak kandung NU. Dengan demikian, segala tindakan termasuk pernyataan dukungan kepada capres masih harus menunggu hasil pemikiran NU. (shj-58t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA