logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 4 Maret 2004 Liputan Pemilu 2004  
Line

Pemilu 2004

Distribusi Logistik Belum Darurat

JAKARTA- Distribusi logistik Pemilu 2004 yang antara lain menyangkut pencetakan surat suara belum mengindikasikan keadaan darurat.

Alasannya, sampai pukul 13.00 Rabu (03/03) kemarin, sudah 60% film surat suara masuk ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Bahkan, jumlah tersebut terus bertambah dan diharapkan semua film surat suara itu sudah rampung, Rabu malam.

Hal itu dikemukakan Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin di Jakarta, kemarin.Kelihatannya, ujar dia, memang sudah banyak film surat suara yang masuk. Sekarang (Rabu siang-Red) malahan ada empat mobil lagi pergi mengambil ke percetakan.

''Jadi kami harapkan, perusahaan-perusahaan percetakan betul-betul memenuhi janji sebagaimana awal kesanggupan mereka. Malam ini (Rabu-Red) semua sudah selesai,'' ungkapnya seraya menjelaskan, pihaknya sudah memerintahkan agar film-film yang sudah direvalidasi segera diserahkan ke percetakan untuk diproses. Di tempat terpisah, anggota KPU Mulyana W Kusumah terlihat masih sibuk di ruang sidang utama KPU untuk memeriksa film-film surat suara yang masuk. ''Saya pikir, sekarang sudah banyak film surat suara yang datang,'' tuturnya.

Melihat progres pemasukan film surat suara, Mulyana sudah berencana memanggil percetakan untuk segera mencetak surat suara untuk DPD provinsi. ''Sore ini juga (Rabu-Red), pengiriman film-film sudah mulai dilakukan ke percetakan di Semarang, Solo, dan Jakarta untuk beberapa daerah pemilihan. Misalnya percetakan di Semarang untuk beberapa daerah pemilihan seperti Sumbar I, Sumbar II, dan beberapa daerah lainnya,'' paparnya.

Berubah

Mulyana mengaku ada beberapa daftar calon anggota legislatif yang berubah pada beberapa daerah seperti di Palu dan Morowali. Namun, jumlahnya sangat kecil. Ketika ditanya, apakah hal itu sudah menggambarkan kondisi darurat, Mulyana secara tegas menyatakan tidak. ''Belum, belum daruratlah,'' tandasnya sambil tertawa.

Mulyana menjelaskan, kondisi darurat Pemilu 2004 baru dapat dilihat setelah tahap evaluasi pada 15 Maret mendatang. Bila pada saat itu mayoritas surat suara belum tercetak atau terdistribusi, maka KPU baru bisa menyatakan keadaan darurat. ''Saya pikir sekarang belum. Bahwa keadaan sekarang sudah mendekati kritis, barangkali ya.''

Dia menyebutkan, apabila hingga 15 Maret nanti lebih dari 50% surat suara dan formulir rekap belum didistribusikan, KPU akan menyatakan status darurat. Mulyana mengatakan, apabila status darurat benar-benar terjadi, KPU akan menempuh contingency plan bukan terletak pada jadwal pemilu melainkan pada pendistribusian logistik pemilu. ''Ini kami lakukan karena tidak ada opsi dalam undang-undang tentang pemilu susulan atau pemilu lanjutan akibat persoalan logistik."

Sementara itu, Komisi II DPR tetap akan memonitor persiapan logistik pendukung penyelenggaraan Pemilu 2004. Pemonitoran tersebut sejalan dengan fungsi DPR sebagai lembaga pengawas. Bila sampai 15 Maret masalah kesiapan logistik ini belum juga beres, Komisi II mendesak KPU untuk membuat contingency plan dalam upaya membereskannya. (bn,F4-88j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA