
| Kamis, 4 Maret 2004 | Olahraga |
Agung dkk Mengalami AntiklimaksCILEGON-PSIS mengalami antiklimaks dalam pertandingan melawan Pelita Krakatau Steel, Rabu sore kemarin, di Stadion Krakatau Steel Cilegon. Penampilan Agung Setyabudi cs kemarin jauh berbeda dibandingkan dengan saat menghadapi Persija Jakarta. Fighting spirit tinggi tidak lagi terlihat di pertandingan sore itu. Akibatnya, anak-anak asuhan Cornelis Soetadi itu menyerah 1-2 (0-1). Gol tuan rumah dicetak oleh Victor Anderson pada menit ke-44 dan Samuel Chelby pada menit ke-71. Sedangkan gol tunggal tim tamu dihasilkan oleh Indriyanto Nugroho pada menit ke-53. Dua gol yang bersarang di gawang PSIS itu tak lepas dari blunder yang dilakukan pemain. Hal itu terjadi karena mereka mengalami kelelahan setelah bertarung habis-habisan lawan Persija. Selain itu, kondisi lapangan yang berat akibat hujan deras membuat stamina mereka anjlok. Tak heran, Agung Setyabudi cs sering melakukan kesalahan. Kekalahan tersebut membuat target dua poin pada dua pertandingan away gagal dicapai, setelah sebelumnya dikalahkan Persija 0-1. Hujan deras yang mengguyur Cilegon sejak menit ke-15 membuat pasukan Mahesa Jenar tidak bisa berkembang. Kerja sama satu dua pemain dengan umpan-umpan pendek dan cepat seperti diperagakan saat melawan Persija, tidak bisa dilakukan Agung Setyabudi dkk. Mereka hanya mengandalkan umpan-umpan panjang dari lini belakang ke depan. Tak heran, pemain belakang Pelita KS yang digalang Victor Anderson mudah mengantisipasinya. Permainan Pelita KS tidak jauh berbeda dari PSIS. Hanya mereka mengandalkan kecepatan Salim Al Idrus dan Imam Faisal di lini depan. Kecepatan dan kelincahan kedua striker itu sering merepotkan barisan pertahanan. Para pemain belakang kesulitan menjaga mereka yang licin seperti belut saat hujan. Tak heran, mereka sering mengancam gawang I Komang Putra.
Blunder Menjelang babak pertama usai, I Komang Putra melakukan blunder yang mengakibatkan gawangnya kebobolan. Pada menit ke-44, tendangan bebas Victor dari luar kotak penalti hampir setengah lapangan, gagal diantisipasi secara baik oleh Komang. Bola yang meluncur tajam ke gawang, berusaha ditangkap Komang. Namun, karena licin, bola lepas dan jatuh ke dalam gawang. Padahal, di kotak penalti tidak ada satu pun pemain Pelita atau PSIS. Di babak kedua, serangan PSIS lebih hidup dengan masuknya Roberto Kwateh dan Bambang Harsoyo yang menggantikan Purwanto dan Abdoelaye Djibril. Hasilnya, pada menit ke 53 Indriyanto Nugroho mampu menyamakan kedudukan. Gol tersebut juga karena blunder kiper Pelita KS Bayu Cahyo. Bola hasil heading Kwateh di sisi kiri gawang, lepas saat ditangkap Bayu Cahyo. Indriyanto yang ada di depannya langsung mencocor bola tersebut sehingga menggetarkan gawang Pelita, 1-1. Gol tersebut sempat meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri pemain PSIS. Sayang, lini belakang Pelita sangat tangguh sehingga serangan-serangan yang dibangun PSIS dapat dibendung. Pelita KS pun meningkatkan tempo permainan. Samuel Chelby yang tidak terkawal dengan mudah menyuplai bola ke lini depan. Serangan-serang Pelita bertambah variatif. Baik melalui kedua sayapnya maupun lini tengah. Pertahanan PSIS benar-benar harus berjuang keras menghadapi gempuran tersebut.
Akhirnya, pada menit ke-71, gawang Komang kebobolan lagi. Tendangan keras Chelby dari luar kotak penalti gagal diadang para pemain PSIS di depan gawang. Komang pun tidak berhasil menghalau bola yang meluncur tajam ke pojok sisi kanan gawangnya, setelah terlebih dahulu menyentuh kaki Darwin Perez. Setelah gol tersebut, permainan PSIS tampak kacau. Emosi pemain makin tinggi. Permainan keras pun sering mereka peragakan. Bahkan, keributan kecil sempat terjadi. Akibatnya, Riswandi dan Ricardo dikartu kuning wasit Syamsudin Linta. (H13-22t) |