logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 4 Maret 2004 Olahraga  
Line

Target Marcel Desailly Tetap Tampil di Euro 2004

PARIS - Kapten Prancis Marcel Desailly ingin tetap menjadi bagian pada putaran final Euro 2004, musim panas nanti, kendati dia tak terpilih memperkuat negaranya dalam pertandingan persahabatan melawan Belanda, 31 Maret mendatang. Pelatih Jacques Santini menjadikan partai di Rotterdam itu sebagai persiapan penting menuju Piala Eropa di Portugal.

Desailly (35) adalah pemain Prancis paling berpengalaman. Dia telah memperkuat tim nasional (timnas) sebanyak 112 kali.

"Pilihan Jacques Santini harus dihormati, apakah saya terpilih atau tidak," kata Desailly kepada televisi Prancis Infosport.

"Jika saya terpilih mungkin lebih baik, kalau tidak saya tetap harus yakin. Yang penting, Prancis bisa tampil bagus dengan atau tanpa Desailly."

Desailly tak pernah main bagi Chelsea sejak 18 Januari lalu ketika John Terry dan William Gallas dianggap sebagai pilihan pertama untuk posisi bek tengah. Dia juga tak diturunkan ketika Prancis menang 2-0 atas Belgia pada pertandingan persahabatan, Februari lalu.

"Saya ingin terpilih untuk Prancis, karena saya yakin masih bisa meningkat. Jika saya merasa tak bisa meningkat lagi, saya akan berhenti," paparnya.

Desailly menunjuk pada kiper Fabien Barthez yang disingkirkan selaku penjaga gawang utama Manchester United. Namun Barthez tak pernah kehilangan tempat dalam timnas, meski pindah ke Olympique Marseille atas dasar pinjaman.

"Pada timnas Perancis, dia terlihat sebagai orang yang cocok untuk posisi itu," tegasnya.

Tergantung Ranieri

Masa depan Desailly di timnas tampaknya tergantung pada pelatih Chelsea Claudio Ranieri. Jika Ranieri memberi kepercayaan lagi padanya, peluang tampil di Euro 2004 kian terbuka.

"Yang pasti, saya belum akan mundur dari timnas. Saya tahu kapan harus berhenti dan itu bukan sekarang," tutur bekas pemain Marseille dan AC Milan ini.

Diakui atau tidak, peran Desailly sangat menentukan dalam sukses negaranya meraih Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Dia seperti tak tersentuh tatkala timnas ditukangi Aime Jacquet maupun Roger Lemerre.

Namun kegagalan Prancis di Piala Dunia 2002 ikut memengaruhi kariernya di timnas. Pada awalnya, Santini yang menggantikan Lemerre masih memercayainya.

Kepercayaan itu akhirnya luntur perlahan-lahan sejak dia tak lagi menjadi starter di Chelsea. Santini agaknya memilih realistis dengan mengutamakan bek-bek muda potensial. Sebut saja William Gallas, Jean-Alain Boumsong, Mikael Silvestre dan Philippe Mexes.

Walau merasa "dibuang", Desailly tetap optimistis. Menurut dia, Santini masih menghormatinya sebagai pemain dengan pengalaman terbanyak.

"Saya berharap pelatih memberi kesempatan lebih banyak bermain. Saya akan tunjukkan saya masih bisa berbuat untuk timnas."

Kelebihan Stok

Santini saat ini memang kelebihan stok pemain di semua lini. Di barisan penggempur, Thierry Henry dan David Trezeguet akan sulit digeser. Di luar nama paten itu, masih ada Louis Saha, Steve Marlet dan Sidney Govou.

Di lapangan tengah, Zinedine Zidane dan Patrick Vieira adalah jaminan mutu. Santini tinggal mencari dua gelandang pendamping.

Persaingan sengit masuk tim menuju Euro 2004 ada di lini belakang. Seandainya Desailly tak mampu mengubah keadaan sedari sekarang, bisa jadi ambisinya tinggal kenangan.

Gallas merupakan pilihan paling realistis di jantung pertahanan. Pendampingnya akan diperebutkan Desailly, Mexes, Silvestre dan Boumsong.

Duet Mexes-Boumsong sudah terasah di AJ Auxerre. Silvestre juga selalu menjadi starter di Manchester United. Cuma Desailly yang belum mendapat kesempatan terbaik untuk habis-habisan di klub.

Belakangan ini Santini memang lebih mengedepankan pemain-pemain muda, kendati tak melupakan jasa para veteran. Kepercayaan dia terhadap Desailly pelan-pelan mulai berkurang. Jabatan kapten pun kini lebih banyak diperankan Zidane. (rtr,A7-59)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA