
| Kamis, 4 Maret 2004 | Olahraga |
Kejuaraan Slalom Perlu Pengemasan BaruSEMARANG- Untuk menarik minat para pengemar slalom di kalangan pemula, perlu ada inovasi baru dalam penyelenggaraan kejuaraan slalom. Hal ini mengemuka dalam pertemuan Asosiasi Slalom Indonesia (ASI) di Patra Hotel, semalam. Wakil Ketua ASI Kukrit Suryo Wicaksono MBA mengemukakan, acara tersebut dimaksudkan mencari masukan-masukan yang nantinya bisa memperoleh bibit baru slalom Indonesia. ''Regenerasi slalom Indonesia perlu diupayakan agar ada kesinambungan ke depan,'' ujarnya. Pertemuan tersebut bertujuan mencari terobosan, bagaimana membangkitkan slalom Indonesia ke tingkat Asia. Selain itu, ASI sebagai wadah bagi peslalom dapat berperan aktif terhadap insan yang mengeluti olahraga ini dan secara organisasi dapat berkembang lebih baik. Dia mengemukakan, anggota ASI masih belum begitu banyak sehingga memungkinkan untuk mengembangkan lebih lanjut agar bisa berprestasi pada tingkat Asia. ''Pertemuan ini bukan untuk membuat aturan baru,'' ujarnya mengingatkan. Sementara itu, menurut Ketua Umum ASI Didi Hardianto, aturan kejuaraan slalom di Indonesia sudah tertinggal dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya. Meskipun demikian, pihaknya masih membutuhkan beberapa waktu lagi agar aturan slalom Indonesia bisa sama dengan aturan slalom tingkat Asia. Dalam pertemuan tersebut juga menyepakati adanya sekolah slalom untuk mendidik peslalom baru. ''Di Jakarta kita telah memiliki sekolah slalom, yakni di Kelapa Gading,'' jelasnya. Dia mengungkapkan, untuk menggugah minat pemula terhadap olahraga yang mengandalkan skill ini bisa masuk melalui sekolah-sekolah dan mempermudah aturan-aturannya. Dia menekankan, langkah ini akan lebih efektif untuk menarik minat para pelajar. ''Setelah mereka tertarik, baru diperkenalkan aturan sebenarnya,'' lanjutnya. Dalam pertemuan yang dihadiri pengurus IMI Pusat tersebut juga mengemuka persoalan bagaimana mengemas kejuaraan slalom agar lebih menarik dan enak ditonton. Ide bagaimana aturan-aturan dalam kejuaraan slalom tidak menyulitkan peserta dengan mengumumkan aturan seminggu sebelum pertandingan, memperbanyak event pertandingan, penggunaan mobil standar, serta perlu disediakan mobil untuk para peslalom pemula. (wid-57j) |