
| Kamis, 4 Maret 2004 | Olahraga |
Setelah Lewis dan Roy Jones Lengser Jago Tua Kuasai Ring Kelas Berat?NUANSA tinju kelas berat dunia saat ini benar-benar jeblok. Bagaimana tidak? Belum lama berselang primadona ring Lennox Lewis (Inggris) yang memegang sabuk juara kelas berat versi WBC mengundurkan diri, menyusul langkah Roy Jones Jr (Amerika Serikat) yang juara dunia kelas berat versi WBA. Jones menolak mandatory fight (duel wajib) melawan John Ruiz. John Ruiz yang sebelumnya menyandang juara dunia ad interim WBA pun dinyatakan sebagai juara dunia. Mengapa Roy Jones menolak duel wajib melawan John Ruiz? Ada indikasi Jones jenuh melawan petinju itu, yang pada Maret tahun lalu dikalahkannya dengan kemenangan angka mutlak. Sedangkan juara dunia IBF (Federasi Tinju Internasional) Chris Byrd dari Amerika Serikat akan mempertahankan gelarnya Maret mendatang melawan Fres Oquendo dari Puerto Rico. Dengan mundurnya dua petinju gaek -Roy Jones (35 tahun) dan Lennox Lewis (38 tahun)- bagaimana peta tinju kelas berat saat ini? Apakah para pendatang baru mampu menggantikan posisi mereka sebagai juara dunia? Akankah para petinju tua semacam Mike Tyson yang akan merajainya? Untuk dua tahun ke depan, para petinju muda tampaknya masih belum mampu menggantikan posisi petinju-petinju gaek itu di peringkat teratas dunia. Joe Mesi asal New York yang kini peringkat 9 IBF misalnya, memiliki potensi lumayan bagus. Hingga kini, petinju berkulit putih itu belum terkalahkan dalam 28 kali bentrok (25 dengan KO). Namun sayang, jagoan berusia 30 tahun itu belum pernah duel melawan petinju peringkat 10 besar dunia. Dominick Quinn Kemudian ada pula bintang baru Dominick Quinn, yang mengemas rekor tak terkalahkan dalam 22 kali naik ring (17 dengan KO). Tapi, anak didik pelatih top Lou Duva ini belum masuk daftar peringkat 10 besar dunia WBC, WBA maupun IBF. Prestasi terbaiknya adalah meng-KO Michael Grant di ronde ke-7. Audley Harrison (33 tahun) asal Inggris menyimpan potensi besar menggapai juara dunia. Rekornya cukup baik, 14 kali menang (10 dengan KO). Sama dengan Quinn dan Mesi, Harrison pun belum pernah bentrok melawan petinju peringkat 10 besar dunia dan belum masuk peringkat 10 besar dunia. Karena itu, tampaknya, para petinju tualah yang akan kembali berkuasa. Si Leher Beton Mike Tyson (37 tahun) mantan raja kelas berat tahun 1990-an akan naik ring Mei mendatang. Dengan kembalinya ia ke pangkuan manajer Shelly Finkel, diprediksikan Tyson akan mampu menguasai ring dunia. Pasalnya, menurut Finkel, lawan terkuatnya Lennox Lewis sudah menggantung sarung tinju. Selain Tyson, James Toney (35 tahun) peringkat 8 WBC dan IBF juga diperkirakan mampu merebut juara dunia kelas berat tahun ini. Freddy Roach, pelatih Toney, sudah melihat peta kekuatan petinju kelas berat saat ini sedikit pincang. Karena itu ia optimis anak didiknya yang tempo hari memukul TKO Evander Holyfield (mantan juara dunia kelas berat sejati) di ronde ke-8, akan mampu menguasai ring dunia. Mahkota kelas berat WBC yang lowong akan diperebutkan oleh Vitali Klitchko (Ukraina/peringkat 1 WBC) melawan petinju tua Corry Sanders (Afrika/2 WBC) yang telah berusia 38 tahun. Sanders optimis mampu merobohkan Vitaly yang menurut dia kemampuannya tak jauh berbeda dengan adiknya, Vladimir Klitschko yang tahun lalu digebuknya KO ronde ke-2. Kalau benar Sanders mampu merebut sabuk WBC, maka terbukti sudah petinju tua yang menguasai pentas tinju dunia. (Paulus Noor Mulia-77) |