
| Kamis, 4 Maret 2004 | Olahraga |
Rekomendasi KTI dan ATI SudahTidak Berlaku LagiJAKARTA - Rekomendasi Komisi Tinju Indonesia (KTI) dan Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) untuk mengajukan izin pertandingan kepada pihak kepolisian, mulai Maret ini tidak berlaku. Sedangkan rekomendasi yang sah dan diakui adalah dari Badan Pengawas dan Pengendalian Olahraga Profesional Indonesia (BP2OPI). Dirjen Olahraga selaku Ketua Umum PB2OPI Prof Dr Thoho Cholik Mutohir di hadapan para insan tinju, promotor, dan induk organisasi olahraga tinju profesional itu, di Jakarta, Rabu, mengumumkan tentang pemberlakuan pemberian rekomendasi untuk izin pertandingan tersebut mulai Maret ini. Menurut Thoho, pengajuan untuk memperoleh rekomendasi agar mendapatkan surat izin pertandingan itu harus diajukan seminggu sebelum pertandingan dengan melampirkan surat dokter, buku hitam petinju yang akan bertanding, jaminan asuransi, dan kontrak petinju yang akan bertanding. Selain itu, juga inspektur pertandingan dan asisten inspektur pertandingan yang akan memimpin pertandingan akan ditentukan oleh BP2OPI. Karena itu, data-data seluruh tokoh tinju, pelatih, manajer, petinju, promotor, dan penata tanding harus sudah berada di BP2OPI sesegera mungkin, kalau tidak, tak akan dapat melaksanakan pertandingan tinju tersebut karena semuanya harus melalui rekomendasi BP2OPI. "Saya tidak akan memberikan keringanan dalam menegakkan aturan ini, karena sudah menjadi kesepakatan dari seluruh insan tinju profesional untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya musibah bagi petinju itu sendiri," ujar Thoho. Ditegaskannya, untuk melakukan pemeriksaan secara teknis, khususnya yang menyangkut masalah kesehatan petinju, pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara medis atas petinju yang akan naik ring, khususnya petinju potensial dan berprestasi. BP2OPI pada tahap pertama ini akan melakukan pemeriksaan terhadap seratus petinju yang akan naik ring. Promotor tinju internasional, Herry "Aseng" Sugiarto, menyatakan, sebagai promotor dirinya tidak merasa keberatan terhadap adanya kebijakan BP2OPI dalam memberikan rekomendasi untuk menggelar pertandingan tinju profesional tersebut. "Saya setuju-setuju saja, asal BP2OPI benar-benar menerapkan aturan tersebut sesuai dengan ketentuan dan dapat dijalankan sebagaimana mestinya," ujar Aseng. (ant-57t) |