
| Kamis, 4 Maret 2004 | Olahraga |
Peter Withe Resmi Jabat Direktur Teknik TimnasJAKARTA-Mantan pemain Aston Villa dan pelatih timnas Thailand, Peter Withe akhirnya mendadatangani kontrak kerja dengan PSSI, Rabu petang kemarin. Penandatanganan kontrak antara dirinya dengan Ketua Bidang Tim Nasional (BTN) PSSI, Muhammad Zein tersebut berlangsung pukul 16.30 WIB, di sekretariat PSSI, kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Dengan penandatanganan ini, berarti Withe resmi menjadi Direktur Teknik Tim Nasional. Di sela-sela acara tersebut, dia menyatakan keheranannya atas dipermasalahkannya nilai kontrak kerjanya dengan PSSI. Dia juga mengimbau agar semua pihak bisa berpikir positip dari pengabdiannya selama empat tahun mendatang pada organisasi sepak bola negeri ini. ''Saya heran bagaimana Anda selalu mempertanyakan hal-hal yang negatif. Saya sendiri tak mempermasalahkan (kontrak) itu. Jadi, saya harap kita semua dapat berpikir positif. Saya sendiri selalu berpikir positif, dan itulah yang membuat saya menerima tantangan untuk melatih di Indonesia,'' katanya. Didampingi Ketua Bidang Tim Nasional (BTN) PSSI Muhammad Zein, Ketua Bidang Kompetisi Andi Darussalam Tabusala, serta Wakil Sekjen PSSI Kaharuddin Syah, Withe sebelumnya mengemukakan dia berani menerima tawaran PSSI setelah mempertimbangkannya secara matang. Termasuk, dengan memandang persepakbolaan Indonesia sebenarnya berpeluang untuk meningkatkan levelnya di tingkat Asia. ''Tugas saya adalah meningkatkan perkembangan dan kemajuan sepak bola Indonesia, setidaknya untuk bisa ke level yang lebih baik daripada sekarang. Kalau Anda bicara level Asia, ya, saya akan mencoba untuk membawanya ke sana,'' ujarnya. Akhir Kepengurusan Pria Inggris yang dalam periode 1998-2003 berhasil mengantar timnas Thailand meraih sejumlah prestasi, bakal menjalani tugasnya sebagai direktur teknik di Indonesia selama empat tahun. Berdasar kontrak kerjanya, masa tugas pelatih kelahiran Liverpool itu berlaku sejak Rabu kemarin hingga 30 November 2007, atau akhir kepengurusan PSSI periode 2003-2007. Tentang mengapa penandatanganan kontrak tidak dilakukan antara Withe dengan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, Zein mengatakan penandatanganan tersebut memang menjadi tanggung jawabnya sebagai ketua Bidang Tim Nasional. ''Jadi tidak semua hal mesti ditangani langsung oleh ketua umum. Yang menjadi wewenang ketua bidang, bisa ditangani oleh ketua bidang masing-masing,'' jelas pemilik klub anggota Liga Indonesia, Persijatim Solo FC ini. Namun demikian, tegasnya, dalam masalah kontrak itu, tanggung jawab tetap berada di tangan PSSI sebagai organisasi. Penandatanganan kontrak baru dilakukan pukul 16.44 WIB, molor lebih dari dua jam dari rencana pukul 14.00 WIB. Mengenai keterlambatan, Zein mengatakan, bahwa itu semata-mata karena dia terlambat datang. Selain itu, surat kontrak yang berjumlah beberapa lembar ternyata juga belum dicetak. ''Setelah tadi di-print out ternyata masih ada juga yang harus kita koreksi, sehingga acaranya agak terlambat dimulai. Jadi karena itu saja, bukan disebabkan adanya hal-hal lain,'' jelasnya. Zein sendiri sejak awal tidak mau menyebut nilai kontrak yang dibayarkan. Para wartawan juga harus dibuat bertanya-tanya ketika Zein menyatakan kontrak itu tidak dibayar oleh PSSI secara organisasi, namun oleh seseorang yang mencintai sepakbola nasional. ''Mohon maaf kalau saya tidak bisa sebutkan namanya, karena tokoh itu memang dengan sangat meminta begitu. Yang jelas dia 100 persen bukan orang Sumatera,'' ujarnya. Dana Ketika seorang wartawan secara berseloroh mengistilahkan tokoh itu sebagai ''hamba Allah'', Zein spontan menyahut, ''Ya sebut saja hamba Allah.'' Namun, ketika kemudian seorang wartawan lain menyebut kemungkinan tokoh itu orang Makassar, Zein langsung tertawa. ''Anda tahu saja,'' katanya.. ''Kita sama-sama tahu kalau dana menjadi kendala kita saat ini, sehingga untuk menangani timnas saja kita kadang kesulitan. Kecuali mungkin nanti kalau timnas sudah punya sponsor sendiri,'' katanya. Zein kemudian menegaskan, meski kontrak With berlaku selama empat tahun, namun kontraknya dibayarakan setiap bulan. Namun demikian, Zein juga tegas-tegas menolak, berapa besarnya gaji bulanan. Witht sendiri terkesan tidak mempermasalahkan masalah kontrak dan nilainya. ''Saya percaya pada komitmen PSSI,'' katanya. Disamping ditetapkan sebagai direktur teknik timnas, Withe juga ditugaskan sebagai instruktur kepala para pelatih Indonesia. Walau demikian, tegas Zein, dia tidak akan bersinggungan dengan pelatih timnas senior Ivan Venkov Kolev yang saat ini tengah menanani timnas ke penyisihan PPD 2006 dan putaran-final Piala Asia. ''Tugas Kolev, sesuai kontraknya, hanya sampai Agustus nanti. Peter bisa saja memberikan saran atau masukan bagi Kolev, namun dia tidak akan memaksakan saran-sarannya dijalankan.''(wgm-22) |