
| Kamis, 4 Maret 2004 | Olahraga |
Bambang: Harusnya Jangan Ditangkap
CILEGON- Dua gol yang bersarang di gawang PSIS mutlak kesalahan pemain. Gol pertama disebabkan karena kesalahan I Komang Putra dalam mengantisipasi bola hasil tendangan bebas Victor Anderson. Sedangkan gol kedua juga kesalahan pemain belakang, karena gagal mengadang laju bola tendangan Samuel Chelby. Meski demikian, kesalahan-kesalahan tersebut bisa dimaklumi manajer tim Yoyok Sukawi. "Gol-gol tersebut memang blunder pemain. Tapi tidak apa-apa. Sebab, setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan," katanya. Pelatih kiper Bambang Haryanto mengakui gol pertama yang bersarang di gawang PSIS merupakan kesalahan Komang. Bola yang meluncur deras ke arah gawang seharusnya ditepis, bukan ditangkap. Sebab, bola sangat licin karena terkena air hujan sepanjang pertandingan. "Itu kesalahannya. Dia harusnya tahu bola tersebut licin. Jadi, harusnya ditepis saja bukan ditangkap," katanya. Meski demikian, dia sangat menyadari benar posisi anak asuhnya pada saat itu. Hujan lebat dan angin kencang yang menerpa wajahnya membuat pandangan dan konsentrasinya berkurang. Akibatnya, keputusan yang diambil pun kurang tepat. "Keputusan yang diambil Komang memang kurang tepat. Hal itu harus dijadikan pelajaran," ujar mantan pemain Persis Solo, IM Galatama, dan PSIS itu. Menurut Yoyok, pada pertandingan sore itu, bola sangat licin. Hujan deras yang turun hampir sepanjang pertandingan membuat bola sulit di kontrol. Akibatnya, permainan pun sulit berkembang secara baik. Apalagi ditambah dengan beratnya kondisi lapangan yang tergenang air. Agung Setyabudi cs memang kelihatan sangat kelelahan. "Bola sangat licin. Tidak mudah bagi pemain untuk mengembangkan permainan. Namun, para pemain sudah main maksimal," ujarnya. "PSIS kurang mengantisipasi serangan-serangan dari sayap. Serangan-serangan tersebut sering membahaykan pertahanan PSIS," imbuhnya.
Antiklimaks Pertandingan itu, diakui pelatih PSIS Cornelis Soetadi sebagai antiklimaks permainan anak-anak asuhannya. Para pemain mengalami kelelahan akibat staminannya terkuras habis di pertandingan lawan Persija. Hal tersebut membuat konsentrasi mereka saat lawan Pelita KS kurang. "Pemain kelelahan. Hal itu tampak dari kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan sepanjang pertandingan yang mengakibatkan gol," ungkapnya saat ditemui wartawan di ruang ganti pemain. Menurutnya, kondisi lapangan yang berat akibat hujan juga semakin menyedot stamina pemain. Permainan tim tidak bisa berkembang baik. Daya serang pemain depan pun bertambah lemah dan menurun. "Permainan PSIS memang mengecewakan. Lapangan yang berat seperti itu tidak bisa membuat permainan kami berkembang," katanya. (H13-22) |