
| Kamis, 4 Maret 2004 | Olahraga |
Pelatih Liverpool Diancam BunuhLONDON - Pelatih Liverpool asal Prancis, Gerard Houllier mendapat ancaman pembunuhan melalui pos. Klub Divisi Utama Liga Inggris tersebut mengatakan hal itu, kemarin. Juru bicara Liverpool menuturkan, Houllier menerima surat itu tiga pekan lalu dan sudah diserahkan ke polisi. "Karena amat mengkhawatirkan, kami melibatkan polisi. Mereka masih melakukan pengusutan," imbuh juru bicara tersebut seraya menambahkan Houllier membuka sendiri surat itu. Liverpool kini berada di Bulgaria untuk pertandingan tandang babak III seri II Piala UEFA melawan tuan rumah Levski Sofia. Duel itu dimainkan Kamis dini hari WIB tadi. Houllier mendapat tekanan menyusul sirnanya harapan Liverpool untuk merebut gelar juara liga. Namun bentuk kritik terhadap pelatih itu sedemikian jauh masih biasa, kecuali dari para penggemar yang mencoret-coret dinding pusat pelatihan Liverpool. The Reds dalam tekanan berat, setelah kekalahan mengagetkan pada Piala FA dari klub yang terancam degradasi, Portsmouth. Akan tetapi surat itu diterima sebelum kekalahan 0-1dalam tanding ulang di Fratton Park. Juru bicara Liverpool itu menambahkan, "Surat itu diterima sekitar tiga pekan lalu dan dibuka Houllier. Itu sangat menggelisahkan dan karena itu kami melibatkan polisi. Kami tak ingin mendramatisasi kejadian itu, tetapi surat seperti itu tak bisa diabaikan." Terkenal Houllier adalah figur terkenal di kalangan pendukung Liverpool selama hampir enam tahun. Setelah kasus ancaman itu tersiar, terdapat pendekatan lebih hangat terhadap Houllier ketika menang 2-0 atas Levski Sofia pada pertandingan pertama, pekan lalu. Suporter The Reds kemudian meneriakkan namanya. Ketika kapten Liverpool Steven Gerrard mencetak gol pertama, pemain tengah Inggris itu berlari dan merangkul Houllier. Bekas pelatih tim nasional Prancis itu kian tertekan pada musim ini. Gelar juara liga tak mungkin diraih lagi lantaran tertinggal jauh dari Arsenal. Di Piala FA pun, Gerrard dkk sudah tersingkir. Peluang untuk merebut trofi tinggal di Piala UEFA. Houllier sebenarnya mampu mengangkat prestasi The Reds. Di bawah polesannya, The Reds berhasil menggondol Piala FA, Piala Liga dan Piala UEFA. Namun gelar juara liga yang terakhir direbut pada 1990, belum mampu dipersembahkannya. Musim 2003-2004 diyakini menjadi saat paling tepat untuk mengakhiri kebuntuan. Sayang, Gerrard cs belum mampu tampil konsisten. (rtr,A7-59) |