logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 4 Maret 2004 Berita Utama  
Line

Kembar Siam Wonogiri Jadi Anak Sumaryoto

''Mereka Akan Kami Anggap Anak Sendiri''

BERSAMA ORANG TUA: Si kembar siam Siti Mariati dan Siti Mariani bersama kedua orang tua angkatnya, Sutarmi Sumaryoto dan Sumaryoto.

JAKARTA - Bayi kembar siam asal Kabupaten Wonogori, Jawa Tengah yang berhasil dipisahkan oleh tim bedah Rumah Sakit (RS) Dr Sardjito Yogyakarta pada Rabu 11 Februari, Senin (1/3) lalu bersama orang tua angkatnya, keluarga Sutarmi Sumaryoto, menghirup udara Jakarta.

Tak ubahnya anak sendiri, demikian kata ibu angkat Siti Mariati dan Siti Mariani, Sutarmi Sumaryoto. Dia menjelaskan, dia dan suaminya yang juga Ketua Komisi IV DPR-RI (Drs Sumaryoto), akan merawat bayi kembar siam itu sebaik mungkin.

''Mereka seperti anak saya sendiri. Saya sangat menyayanginya. Saya akan besarkan mereka untuk menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa,'' kata Sutarmi Sumaryoto.

Sang suami, Sumaryoto menjelaskan, hatinya tergugah untuk mengadopsi bayi kembar siam itu setelah membaca berita di salah satu surat kabar. Meski merupakan anak angkat, Sumaryoto akan menjalankan amanah dari orang tua kandung bayi kembar tersebut, Daryono dan Lulu Khusnaeni.

''Seperti yang sudah dikatakan istri saya, Siti Mariati dan Siti Mariani sudah kami anggap anak sendiri. Mereka akan kami besarkan dan kami didik di Jakarta,'' ujar Sumaryoto yang menjadi caleg PDI-P di daerah pemilihan Wonogiri, Sragen, dan Karanganyar itu.

Tim Dokter 20 Orang

Semenjak dipisahkan oleh tim dokter RS Sardjito yang diketuai Prof Dr Achmad Soerjono, kedua bayi tersebut dirawat secara intensif selama hampir sebulan, sebelum diserahkan kepada orang tua angkatnya di Gedung Bedah Sentral RS Dr Sardjito, Yogyakarta, Senin (1/3).

Dalam acara serah terima bayi kembar siam tersebut, Prof Dr Achmad Soerjono menyerahkan bayi kembar itu kepada Direktur Utama RS Dr Sardjito, dr Sri Endarini MPH. Kemudian, dr Sri Endarini menyerahkan kedua bayi itu kepada keluarga Drs Sumaryoto.

Pada hari itu juga, sekitar pukul 13.00, bayi tersebut diterbangkan ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda. ''Kondisi Siti Mariati dan Siti Mariani benar-benar sudah sehat sehingga bisa dibawa pulang. Mereka juga sudah bisa makan dengan menu seperti bayi normal lainnya,'' kata Prof Dr Achmad Soerjono.

Biaya operasi kembar siam Siti Mariani dan Siti Mariati yang mencapai Rp 51 juta itu ditanggung keluarga Sumaryoto. Yang membanggakan, tim dokter yang berjumlah sekitar 20 orang itu tidak memungut biaya sepeser pun.

Itu semua sebagai tanda syukur atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa karena tim dokter berhasil melaksanakan tugas mulia memisahkan bayi kembar siam tersebut dengan selamat.

''Keberhasilan dalam melaksanakan tugas operasi itu tidak bisa dinilai dengan uang. Karena itu tim tidak mengharapkan bayaran. Khusus untuk kasus pembedahan ini, uang tidak sebanding dengan nilai sukses itu. Ini adalah pembedahan yang pertama kali kami lakukan dan berhasil,'' ujar Prof Dr Achmad Soerjono.

Dirut RS Dr Sardjito saat menyerahkan bayi kembar siam kepada keluarganya mengatakan, sukses operasi pemisahan bayi kembar Siti Mariati dan Siti Mariani itu benar-benar merupakan hadiah ulang tahun RS Dr Sardjito yang tak ternilai. Dengan keberhasilan itu, RS Dr Sardjito menambah lagi pengalaman sangat berharga dan mengukir prestasi dalam dunia kesehatan ataupun kedokteran.

Kondisi kedua bayi tersebut digambarkan oleh Achmad Soerjono cukup prima. Berat badan Siti Mariati 3,50 kg dan Siti Mariani 3,250 kg. Siti Mariati mempunyai kelainan jantung atau bocor dan diharapkan bisa menutup sendiri. Namun bila harus operasi untuk menutup kebocoran itu RS Dr Sardjito pun terbuka.(wgm-58n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA