
| Kamis, 4 Maret 2004 | Debat |
Tugas Ganda MahasiswaOleh: Samsul Fatah - Mahasiswa Teknik Mesin Unnes PERJUANGAN mahasiswa belum selesai! Lengsernya Soeharto dari kursi kepresidenan dan runtuhnya Orde Baru hanyalah titik awal perjuangan mahasiswa memperjuangkan reformasi. Namun, ternyata sampai saat ini keberhasilan mewujudkan cita-cita refomasi terasa semakin kabur dan jauh. Mahasiswa sebagai agen sosial yang telah berhasil mengantarkan Indonesia di pintu gerbang reformasi ternyata semakin kehilangan kesempatan untuk terus berjuang menghapus korupsi, kalusi, dan nepotisme (KKN ) serta menegakkan demokrasi di Indonesia. Kenyataannya, penegakan supremasi hukum justru sampai pada titik nadir. Akbar Tandjung divonis bebas oleh Mahkamah Agung (MA). Pengadilan tingkat paling tinggi di negeri ini, ternyata hanya mementaskan dagelan yang melukai rasa kebenaran dan keadilan rakyat. Penyelesaian kasus-kasus konglomerat busuk dan perampok kekayaan negara entah kapan akan beres. Hingga Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dibubarkan, ternyata semakin jauh harapan masyarakat akan terwujudnya perekonomian yang menyejahterakan. Permasalahan juga semakin runyam. Kebohongan demi kebohongan yang dilakukan oleh pejabat pemerintah dan politikus kepada publik terus saja menggunung. Politikus busuk menjadi kelompok dominan dalam pergelaran politik hangsa ini. Pejuang kebenaran dan keadilan dimarginalkan. Pesta demokrasi yang dilaksanakan telah berubah menjadi pesta untuk transaksi berbagai kekuasaan antargolongan agar dapat terus memperkaya diri. Siapa lagi yang ingin menjadi pahlawan? Mahasiswa yang terus berjuang mewujudkan cita-cita reformasi hanya menikmati perasaan getir dengan hati yang semakin ciut. Sebagian telah dikuburkan, sebagian tergolek tak berdaya di rumah sakit dan sebagian lagi memilih menerima uang untuk membela kelompok tertentu. Tak lagi terdengar pekik "hidup mahasiswa". Mahasiswa (kaum intelektual) sebagai generasi penerus perjuangan bangsa telah ditunjuk sebagai agen sosial untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Selain ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, mahasiswa juga bertugas untuk mewujudkan kehidupan yang adil dan makmur bagi rakyat Indonesia. Dalam posisi sosial seperti inilah mahasiswa diharapkan dapat menjadi pemimpin-pemimpin yang akan membawa bangsa ini sampai di pintu gerbang kehidupan yang adil dan makmur. Kuliah kerja nyata (KKN) adalah sebuah bentuk kegiatan akademik yang bersifat aplikatif. Kegiatan ini diharapkan dapat memiliki dua fungsi. Pertama, mahasiswa dapat bermasyarakat dengan mengamalkan ilmu pengetahuan yang telah didapat di bangku kuliah. Kedua, mahasiswa dapat memperoleh permasalahan-permasalahan secara nyata yang benar-benar terjadi di masyarakat untuk kemudian dikaji dan dipecahkan. Di sinilah mahasiswa dituntut untuk dapat menganalisis berbagai hal yang ditemukan dengan metode ilmiah sehingga dapat dirumuskan permasalahan secara tepat agar kemudian dapat ditemukan pemecahannya dengan tepat pula. (29n) |