
| Kamis, 4 Maret 2004 | Internasional |
Bush Ucapkan Selamat pada JFKNEW YORK - Senator John Forbes Kerry (JFK) senator dari Negara Bagian Massachusetts, dipastikan akan menjadi calon Presiden AS dari kubu Partai Demokrat, untuk bersaing dengan Presiden George W Bush (republik) dalam pemilihan presiden Nopember 2004 mendatang. Dalam primary ''Super Tuesday'' yang berlangsung di 10 negara bagian termasuk New York, senator itu menurut hasil sementara unggul di sembilan negara bagian, antara lain Ohio, Maryland, Massachusetts, New York, dan Connecticut. Sejumlah pengamat memperkirakan senator kawakan tersebut juga akan menang di lima negara bagian yang lain. Kemenangan Kerry itu bahkan menarik perhatian Presiden Bush, yang langsung meneleponnya setelah presiden itu mengetahui kemenangan besar yang diraih lawannya. Bush dilaporkan mengucapkan selamat kepada Kerry, dan mengajak untuk melakukan persaingan yang jujur dan terhormat dalam kampanye-kampanye menjelang pemilihan presiden mendatang. Kemenangan Kerry itu juga memupus harapan senator muda asal North Carolina, John Edwards, untuk maju sebagai kandidat tunggal Presiden AS dari Partai Demokrat. Edwards semalam menyatakan mengundurkan diri dari pemilihan kandidat presiden itu, setelah menyadari Kerry-lah yang bakal maju. ''Yang harus kita upayakan saat ini adalah mengembalikan kebesaran nama Amerika Serikat yang sangat kita cintai,'' kata Kerry, yang didampingi istrinya, Theresa Heinz Kerry. Berkat Pengalaman Kemenangannya di 10 negara bagian terakhir itu merupakan perkembangan yang tidak diduga oleh banyak kalangan. Namun, pengalamannya selama empat periode di Kongres AS, membuatnya mampu membaca situasi politik dalam dan luar negeri yang dihadapi Amerika saat ini. Tidak heran bila banyak sekali komentar-komentar atau janjinya swelama kampanye mendapat sambutan meriah di kalangan massa pendukunya di Partai Demokrat. Sejumlah pengamat politik juga berpendapat sama. Menurut mereka, Kerry sangat memahami apa yang terjadi dalam permasalahan hubungan internasional dan militer AS. Kedua hal itu menciptakan kesan yang mendalam. Primary yang dilakukan di 10 negara bagian itu tercatat yang terbesar perolehan delegasinya, sepanjang penyelenggaraan pemilihan awal kandidat presiden Partai Demokrat. Sebab, primary tersebut berupaya menjaring lebih dari 1.100 delegasi bagi masing-masing kandidat presiden, untuk dibawa ke Konvensi Nasional Partai Demokrat. Pada konvensi nasional itulah ditetapkan siapa pasangan presiden dan wakil presiden dari Partai Demokrat, yang akan diadu dengan calon dari Partai Republik. (ant-30) |