| INDEKS BERITA HARI INI | Rabu, 3 Maret 2004 |
Kali Pertama Gajah Jurug Melahirkan
JEBRES- Kabar gembira datang dari Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ). Jumlah satwa di kebun binatang itu bertambah satu dengan kelahiran seekor anak gajah, pagi kemarin. Dian, salah satu di antara empat gajah yang ada, melahirkan anak. |
Kasus Pesta Narkoba di Tawangmangu Dilimpahkan ke Polres Karanganyar MANAHAN - Kasus enam tersangka pesta sabu-sabu di Vila Lumayan, Tawangmangu, Karanganyar, dalam waktu dekat dilimpahkan ke Polres Karanganyar. Pelimpahan perkara itu dilakukan karena yang mengungkap kasus itu Tim Antinarkoba dan Intel Polresta Surakarta, sedangkan lokasi kejadiannya di wilayah Karanganyar. |
|
|
Ditetapkan, APBD 2004 Defisit Rp 25,783 M
KARANGASEM- Setelah melalui pembahasan alot, akhirnya rapat paripurna DPRD Surakarta menetapkan APBD 2004 di Gedung DPRD semalam. Perhitungan defisit dalam APBD itu yang disepakati Tim Penyusun Anggaran Eksekutif dan Panitia Anggaran DPRD setelah sinkronisasi Rp 25,783 miliar. |
Eks Kamra Kecewa
SOLO -Karena tidak dilibatkan dalam pengamanan pemilu, para eks anggota keamanan rakyat (kamra) Jateng, mengaku kecewa. Padahal, kata mereka, sebagai mantan petugas kamra, mereka cukup terlatih dan berpengalaman menjaga keamanan. Sementara itu, petugas keamanan pemilu di wilayah Solo dan sekitarnya juga masih kurang. |
|
|
Penegakan Kesepakatan Soal PKL Libatkan Polisi
BALUWARTI - Apabila keadaan memaksa, polisi akan dilibatkan dalam penegakan kesepakatan yang pernah dicapai antara Himpunan Pedagang Keris dan Kacamata (HPKK) dan Keraton Surakarta. Persoalannya, teguran yang selama ini ditujukan untuk mengingatkan para pedagang, seperti tak digubris. |
"Ini Bisa Terjadi pada Siapa Saja"
KENTINGAN - Peristiwa yang menimpa Oscar, kata Totok Sarsito, sang ayah, merupakan musibah yang bisa terjadi pada siapa saja. Peristiwa itu terjadi ketika Totok berada di Semarang untuk urusan di kampus dan sang istri menunggui ibunya di rumah sakit. |
|
Banyak Pedagang Terbelit Lintah Darat
PASAR KLIWON- Akibat sepinya pengunjung, banyak pedagang Pasar Kliwon yang terbelit utang pada rentenir atau lintah darat. |
19 Kios di Manahan Akan Dibongkar
MANAHAN- Rencana penertiban PKL seputar Manahan terus bergulir. Kamis (4/3) mendatang, 19 PKL yang menggunakan jalur hijau di sisi selatan Jalan Adisucipto sebagai lokasi berjualan, akan ditertibkan tim gabungan Pemkot Surakarta. |
|
Warga Merasa Dibohongi DPU
SERENGAN - Sebelum meminta DPRD Surakarta menyelesaikan masalah proyek pembangunan pompa air Sungai Kaliwingko di Kelurahan Joyontakan, Kecamatan Serengan, Solo, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan LPMK Eddy Satria telah meminta klarifikasi dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Surakarta. |
RIWAJATMOE DOELOE Bedhaya Anglirmendhung Kembalinya Pusaka Pura BANYAK seniman memercayai setiap kali tari Bedhaya Anglirmendhung dipentaskan pasti mengundang hujan. Terlepas dari benar dan tidak, itulah salah satu daya tarik tarian tersebut. |
|
|
Wilujengan Batal
KERATON SURAKARTA - Kenduri wilujengan untuk memperingati berdirinya Nagari Surakarta Hadiningrat versi keraton yang jatuh pada 17 Sura, batal diadakan Selasa siang kemarin. Sebab, yang dimaksud Pengageng Parentah Keraton GPH Dipokusumo, 17 Sura yang dimaksud itu tepat pada Selasa 9 Maret. |
Pulang dari Malaysia GRAy Astrini "Becak-becakan"
MANGKUNEGARAN - Tiga belas tahun tinggal di Malaysia merupakan waktu yang lumayan panjang. Karena itu, Gusti Raden Ayu (GRAy) Putri Retno Astrini, yang "merantau" dalam rangka mendampingi suami, YM Tunku Pengiran Abu Bakar di Kesultanan Johor, Malaysia, begitu kangen pada kampung. |
|
|
Ngaku Juragan Ikan Tipu Tukang Ojek
PATI - Diajak putar-putar hampir seharian, seharusnya mendapat imbalan lumayan. Akan tetapi, yang dialami Pak Man, tukang ojek asal Wedarijaksa, Pati, justru sebaliknya. Bahkan dia dibiarkan menunggu berjam-jam di luar halaman Pasar Puri. |
''Gunung Pare'' Terancam Mangkrak
SUKOHARJO- Masukan dari warga yang mengeluh soal kelanjutan pembangunan Terminal Gunung Pare memaksa Komisi D DPRD mengecek ke lapangan. Mereka pun kaget ketika mengetahui bangunan ternyata terbengkalai atau mangkrak. |
|
|
Diduga Overdosis, Tewas di Dalam Mobil
BOYOLALI - Polres Boyolali hingga kemarin masih terus mengusut kasus kematian Rinanto (42), penduduk Cengklik, Nusukan, Banjarsari, Solo. Lelaki itu ditemukan tewas di dalam mobilnya, yang diparkir di halaman Hotel Dwi Agung, Ngemplak. |
Rapat Penetapan APBD Dipenuhi Gelak Tawa
KARANGANYAR- Rapat paripurna penetapan APBD 2004, Senin lalu, berlangsung penuh gelak tawa. Para anggota DPRD dan eksekutif banyak yang menertawakan ulah para wakil rakyat yang membacakan pandangan akhir. |
|
|
Calon Partai Merdeka Mengedarkan Kalender
KARANGANYAR-Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwas Pemilu) kemarin memeriksa calon legislatif Partai Merdeka, Enita Andarwini SP, warga Nglano RT 5 RW 11 Desa Pandean, Kecamatan Tasikmadu. Pemeriksaan terhadap calon bernomor urut 1 dari daerah pemilihan 4 Karanganyar itu berkait dengan peredaran kalender di beberapa tempat belakangan ini. |
Diancam Preman, Bunuh Diri
SRAGEN- Diduga stres karena diancam preman, Supriyanto (25) warga Putatan, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedawung Senin pukul 17.00 nekat bunuh diri mencebur ke sumur. Korban yang mengalami patah pada kedua kaki dan memar pada bagian dada, dievakuasi warga dan dilarikan ke RSI Amal Sehat Jl Veteran. |
|
|
Defisit APBD Klaten Ditekan Rp 13 M
KLATEN - Eksekutif hanya memberikan peluang defisit anggaran Rp 13 miliar untuk tahun 2004. Hal itu memaksa komisi-komisi di DPRD memangkas pengajuan tambahan dana dengan total Rp 38 miliar. Sebelumnya RAPBD 2004 mengalami defisit. Total pengeluaran Rp 507 miliar, sedangkan pendapatan hanya Rp 485 miliar. |
Tangan dan Kaki Diikat Harta Dikuras
KARANGANYAR- Novita (38) seorang janda warga Perum Cempaka Asri I No 29 Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar dirampok, Senin (1/3) lalu sekitar pukul 20.00 WIB. Dari perampokan itu, korban rugi jutaan rupiah. Menurut keterangan, malam itu sesudah mencuci dan menjemur pakaiannya di halaman, korban bermaksud memasuki rumah. |
|
"Tikus Berdasi" Dilempari Telur Busuk
KARANGANYAR-Berbagai kasus korupsi yang menumpuk dan belum ditangani secara optimal oleh Kejari Karanganyar mengundang koreksi oleh Korek (Koalisi Rakyat Peduli Keadilan). |
Anggaran Buku Dipangkas Rp 11 M
KLATEN - Komisi E akhirnya memangkas anggaran pengadaan buku wajib satu buku satu siswa bagi SD-SMP sebesar Rp 11 miliar. Karena itu, dari ajuan semula Rp 21 miliar, kini tinggal Rp 10 miliar. Karena sudah ada dana Rp 6,7 miliar dalam draf RAPBD, berarti masih ada kekurangan sekitar Rp 3,3 miliar. |
|
| TERAS Sragen Perlu Miliki Museum Tosan Aji MASYARAKAT Sragen masih menyimpan dan memiliki tosan aji atau benda pusaka warisan leluhur. Namun, kebanyakan benda pusaka dalam keadaan kurang terawat. Pasalnya, pemilik tidak tahu bagaimana cara yang tepat memperlakukan pusaka hasil karya para empu tersohor ratusan tahun silam itu. |
Praperadilan terhadap Kapolres Ditolak
SUKOHARJO-Hakim Wismonoto SH menolak gugatan praperadilan terhadap Kapolres Sukoharjo. Dalam putusannya dikatakan, termohon terbukti telah melakukan upaya penyidikan terkait dugaan korupsi dalam pelaksanaan eksekusi 44 sepeda motor DPRD. |
|
|
Kepala Puskesmas ''Ngelajo'' Diancam Dicopot
WONOGIRI- Para camat dan dokter pemimpin puskesmas di Wonogiri yang kedapatan ngelajo, diancam akan dicopot dari jabatannya. Ancaman tersebut diserukan oleh Bupati H Begug Poernomosidi SH, Selasa kemarin, saat memberikan sambutan pada pelantikan 115 pejabat eselon III dan IV di jajaran Pemkab. |
Proyek PNS ke Luar Negeri Gagal
SRAGEN-Komisi A dengan juru bicara Ir Herry Sanyoto mengungkapkan, salah satu proyek tahun 2003 gagal dilaksanakan Bagian Kepegawaian, yaitu rencana pengiriman PNS untuk tugas belajar ke luar negeri. ''Itu karena kurangnya kemampuan PNS berbahasa Inggris,'' |
|
|
''Partai Aduh Kasihan'' Tuntut Keadilan
WONOGIRI--Ketua DPC Partai Bintang Reformasi (PBR) Wonogiri, Canthang Daliman, minta agar pemasangan atribut parpol di jalan protokol jangan hanya dimonopoli oleh partai besar. ''Partai-partai 'aduh kasihan' (partai kecil-Red) hendaknya juga diberi hak yang sama,'' katanya. |
Sukses di Rantau, Bangun Masjid di Kampung
SUKSES di perantauan tak harus membuat lupa pada kampung halaman. Demikian yang dilakukan HM Suparman, yang membangun masjid bernilai Rp 400 juta di kampung asalnya Dusun Watuploso, Desa Domas, Kecamatan Bulukerto, sekitar 60 kilometer arah timur laut Kota Wonogiri. |
|