| INDEKS BERITA HARI INI | Rabu, 3 Maret 2004 |
Bom Karbala Renggut 143 Jiwa
|
Kiemas: SBY seperti Anak Kecil
JAKARTA-Hubungan Presiden Megawati Soekarnoputri dan orang-orang di sekitarnya dengan Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlihat makin memanas. Setelah isu pengucilan dan iklan sosialisasi pemilu SBY di televisi dipersoalkan, kemarin suami Mega, Taufik Kiemas "menyentil" Yudhoyono dengan menyebutnya seperti anak kecil. |
|
|
Hak Prerogatif Presiden
JAKARTA-Pengucilan seorang menteri dari kabinet, seperti yang kabarnya saat ini dialami Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah hak prerogatif presiden. Tak sekadar mengucilkan, presiden juga berhak memberhentikan yang bersangkutan. |
Akbar Bantah Koalisi dengan Megawati
TEMANGGUNG- Ketua Umum Partai Golkar Ir Akbar Tandjung membantah berkoalisi dengan Megawati Soekarnoputri sebagai calon wakil presiden. Pernyataan kesediaan Akbar untuk berkoalisi yang telanjur beredar belakangan ini, dinilainya akibat kesalahpahaman. |
|
|
Segarkan Nurani Berpolitik
|
SPP Rp 500.000 untuk 3 Bulan
SEMARANG- Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) Rp 500.000 /semester hanya cukup untuk membiayai kuliah seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) selama tiga bulan. Dana itu tidak sepenuhnya masuk ke FK, tetapi harus dibagi 50% dengan pihak universitas. |
|
''Dia Jarang Bergaul dengan Tetangga''
|
Andi Dua Kali Masuk Indonesia secara Ilegal
JAKARTA-Tersangka bom Hotel JW Marriott Amran bin Mansyur alias Andi Syahputra, ternyata pernah dua kali masuk ke Indonesia secara ilegal. Pertama kali masuk ke Indonesia pada Oktober 2000 melalui jalur Sungai Layang, Ulu Tiram, Johor ke Teluk Mata Ikan, dan ke Batam. |
|
|
Antusiasme Rakyat Gunakan Hak Pilih Akan Rendah
PURWOKERTO - Perilaku politik para partisan partai politik yang hanya memburu kekuasaan (power seeking behavior) dikhawatirkan menyebabkan antusiasisme rakyat untuk menggunakan hak pilih pada pemilihan umum (pemilu) 5 April 2004 rendah. |
Soetadi Turunkan Purwanto di Babak II
|
|
Tak Ada Larangan Beri Bantuan Partai
SEMARANG- Soal dana bantuan ke partai baru masih berkembang serta menjadi pro-kontra. Sebab, kalangan DPRD masih berbeda pendapat mengenai usulan itu. |
Gus Dur Temui Sultan HB X
YOGYAKARTA-Ketua Dewan Syura PB NU KH Abdurrachman Wahid alias Gus Dur, kemarin, mengunjungi Sultan Hamengku Buwono X sebagai Gubernur Provinsi DIY. Keduanya mengakui tak ada masalah serius yang dibicarakan dalam pertemuan di Gedung Wilys, kompleks Kepatihan Yogyakarta. |
|
|
Pencalonan Hasyim Tunggu Bulan April
|
Jepara-Karimunjawa Cuma Butuh Waktu 2,5 Jam
|
|
|
Laporan Petugas Kloter 48 Tak Akurat
SOLO- Ketua PPIH Drs H Chabib Thoha MA berang mendengar pengakuan petugas kloter 48. Laporan petugas kloter asal Kabupaten Brebes terkait dengan meninggalnya 4 haji asal Brebes saat melempar jumrah di Mina, dinilainya tidak akurat. |
Dinkes Didesak Lebih Merespons Pasien DB
SEMARANG - Dinas Kesehatan Jateng didesak lebih merespons berkembangnya kasus demam berdarah (DB) di Jateng. Sebab, penyakit itu telah menyebabkan kematian dalam jumlah yang tidak sedikit. |
|