
| Rabu, 3 Maret 2004 | Olahraga |
Pelita Krisis Pemain Depan dan BelakangCILEGON-Pelita Krakatau Steel dilanda krisis pemain depan dan belakang. Empat pemain pilarnya, yaitu Emmanuel Ayuk, Jean Michel Babouaken, Denny Ariyanto, dan Aulia Siregar, absen saat menghadapi PSIS Semarang, Rabu sore ini di Stadion Krakatau Steel, Cilegon. Tulang kering kaki kanan Ayuk retak saat menghadapi PSS Sleman, Minggu lalu. Dia bertabrakan dengan Slamet Riyadi pada menit ke-47. Padahal, saat ini Ayuk sudah mengoleksi 7 gol untuk klubnya. Dia tentu sangat diperlukan untuk mengangkat permainan tim. Adapun Babouaken mendapat hukuman karena akumulasi kartu kuning. Di lini belakang Denny dan Aulia tidak bisa main karena mendapat kartu merah dan akumulasi kartu kuning. Meskipun demikian, pelatih Danurwindo tetap optimistis anak-anak asuhannya bisa memenangi pertandingan melawan tim tamu. "Absennya empat pemain kami tidak masalah. Sebab, pemain pengganti sudah siap. Tiga poin tetap harus kami raih," tegasnya. Untuk meraih poin penuh di kandang, Danurwindo tetap akan menerapkan permainan menyerang. Dia sudah menyiapkan pemain pengganti di lini depan, yaitu Imam Faisal dan Salim Al Idrus. Dua pemain tersebut dipandang mampu menggantikan Ayuk dan Babouaken. Salim mempunyai kecepatan dan kelincahan dalam menerobos pertahanan lawan. Imam mampu melepaskan umpan matang dan memiliki insting mencetak gol yang tajam. "Absennya Ayuk dan Babouaken pasti ada pengaruhnya di lini depan. Daya dobrak kami jadi kurang tajam. Namun, Imam dan Rahmat sudah saya persiapkan untuk menjadi pendobrak gawang," katanya. Diganti Bambang Dari kubu PSIS, selain perubahan di lini depan, barisan gelandang pun bakal sedikit berbeda dibanding dengan saat bertemu Persija. Abdoulaye Djibril yang Minggu lalu jadi starter, akan diganti Bambang Harsoyo. Pergantian tersebut, menurut Soetadi, tidak akan memengaruhi permainan timnya. Hal itu ditempuh sebagai upaya merotasi pemain guna menjaga kualitas penampilan pada setiap pertandingan. "Rotasi sangat diperlukan untuk menyiasati jadwal kompetisi yang sangat padat ini. Untungnya, kami sudah biasa main dengan bongkar pasang pemain. Jadi, perubahan ini tidak masalah," ungkapnya. Menghadapi Pelita KS, Soetadi tidak banyak mengubah komposisi pemain. Selain Kwateh dan Bambang yang akan menjadi starter, Sasi Kirono yang sudah bebas dari hukuman akumulasi dua kartu kuning pun akan kembali menempati posnya sebagai gelandang bertahan. Dia akan menggantikan Khair Rifo. Di lini belakang, Riswandi juga sudah bisa diturunkan kembali. "Menghadapi Pelita KS, kami bisa main full team. Saya punya banyak pilihan pemain untuk mendukung taktik dan strategi di lapangan," ujarnya. Absennya empat pemain pilar Pelita sedikit banyak akan memengaruhi kekuatan lawan. Hal itu dipandang Soetadi sebagai keuntungan tersendiri bagi PSIS. Paling tidak, tuan ruman sedang mengalami krisis pemain depan, karena Babouaken dan Ayuk tidak bisa main. "Absennya mereka harus bisa kami manfaatkan untuk mencuri poin. Kami optimistis bisa ambil satu poin," tegasnya. (H13-22c) |