
| Rabu, 3 Maret 2004 | Berita Utama |
Dinkes Didesak Lebih Merespons Pasien DBSEMARANG - Dinas Kesehatan Jateng didesak lebih merespons berkembangnya kasus demam berdarah (DB) di Jateng. Sebab, penyakit itu telah menyebabkan kematian dalam jumlah yang tidak sedikit. Ketua Komisi E DPRD Jateng menegaskan, Dinas Kesehatan harus segera bertindak untuk mencegah penularan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aedes agypty itu. Bila perlu, Komisi E akan memanggil instansi tersebut untuk dimintai keterangan langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mencegah penularan penyakit itu. Ali Hanan menyatakan, dinas sepertinya kurang tanggap untuk segera mengantisipasinya. ''Semestinya dinas cepat bertindak. Langkah-langkah yang dilakukan saat ini kurang nyata menyentuh langsung ke penderita,'' katanya. Meski penyebaran penyakit itu terkait dengan kebersihan lingkungan, dia menyatakan Dinas Kesehatan harus cermat, sehingga pemberantasan sarang nyamuk seperti yang disuarakan selama ini benar-benar efektif. Selain itu, dia meminta pasien yang kurang mampu secara ekonomi dan dirawat di rumah sakit digratiskan dari segala pembiayaan. ''Mereka harus diperlakukan sama seperti pasien yang lain. Jangan dianaktirikan hanya karena gratis,'' katanya. Wakil Kepala Dinas Kesehatan Jateng dr Budihardja DTM&H MPH semalam menyatakan, data terakhir penderita DB di Jateng antara Januari dan akhir Februari ada 2.440 orang dengan angka kematian 67 orang. Angka tersebut meningkat cukup drastis mengingat dua minggu sebelumnya terdapat 2.066 penderita dengan kematian 55 orang. Wabah Nasional Sementara itu, Presiden Megawati Senin lalu mengunjungi pasien DB di RS Persahabatan, Jakarta Timur. Menkes Suyudi mengungkapkan kunjungan Presiden ke RS adalah guna menindaklanjuti pemberantasan penyakit DB yang hingga kini belum juga menurun. ''Dan presiden telah membuat pernyataan bahwa DB ini wabah nasional yang harus diberantas bersama-sama,'' kata Suyudi. (A20, G1-58t) |