
| Rabu, 3 Maret 2004 | Berita Utama |
Bom Karbala Renggut 143 Jiwa
KARBALA - Sejumlah ledakan serentak, Selasa kemarin, mengguncang para peziarah di kota-kota suci muslim Syiah di Kota Bagdad dan Karbala. Paling tidak 143 orang tewas dalam ledakan pada hari paling suci dalam kalender Syiah itu, kata seorang pejabat AS. Kemarin merupakan hari paling berdarah sejak berakhirnya perang utama di Irak 1 Mei tahun lalu. Ledakan itu terjadi selama peringatan hari As-syura dan bersamaan dengan serangan terhadap para peziarah Syiah di Quetta, Pakistan, yang menewaskan paling tidak 37 orang dan melukai lebih dari 150 lainnya. Tiga pelaku bom jibaku meledakkan diri di dalam dan sekitar Masjid Kazimiya di Bagdad, menewaskan 58 orang dan melukai sekitar 200 lainnya, kata Brigjen Mark Kimmitt kepada wartawan. Paling tidak seorang pelaku bom jibaku meledakkan diri dan bahan peledak yang ditanam sebelumnya meledak di Karbala, menewaskan 85 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya, jelasnya. Pelaku bom jibaku keempat, yang bahan peledaknya tidak meledak, ditangkap di masjid itu, dan empat orang ditangkap berkaitan dengan serangan di Karbala, kata Kimmitt kepada wartawan di Bagdad. Serangan-serangan tersebut menyulut gelombang kemarahan kaum Syiah - banyak dari kemarahan itu diarahkan pada tentara AS di ibu kota Irak tersebut. Tentara AS yang tiba di Kazimiya diserang oleh massa yang marah dengan lemparan batu dan kotoran, sehingga melukai dua tentara AS. ''Ini merupakan ulah pasukan pendudukan Yahudi dan Amerika,'' kata pengeras suara di luar Masjid Kazimiya. Di dalam masjid, ulama Hassan Toaima mengatakan kepada massa yang marah, ''Kita harus tahu siapa yang melakukan serangan ini sehingga kita bisa membalas para syuhada kita.'' ''Orang-orang yang melakukan serangan-serangan tersebut adalah pengecut dan teroris,'' kata Mayor AS David Gercken, anggota otoritas koalisi yang menggulingkan mantan pemimpin Irak Saddam Hussein. ''Sangat disesalkan, sebagian kalangan mencoba mengganggu demonstrasi kebebasan baru oleh rakyat Irak yang maju,'' katanya dalam suatu pernyataan. Akibat Pembantaian Serangan-serangan roket itu diduga sebagai penyebab pembantaian, yang terjadi ketika mayoritas Syiah Irak sedang memperingati kematian Hussein, cucu Nabi Muhammad.
Peringatan itu baru kali pertama dilakukan secara terbuka setelah puluhan tahun dilarang. Namun banyak korban tewas diduga disebabkan oleh serangan bom jibaku. ''Saya melihat seorang pria berlari ke arah sekelompok peziarah Iran. Dia meledakkan diri,'' kata Kapten Polisi Karbala, Mahdi Ghanami, kepada AFP. ''Bom jibaku tersebut merenggut 25 korban.'' Ledakan tersebut terjadi di Jalan Al-Mahdi, di dekat Masjid Al-Mahdi, di utara tempat suci di Karbala, yakni makam Hussein. Puluhan ribu Syiah, termasuk banyak peziarah yang menyeberangi perbatasan dari Iran, berada di kota itu untuk merayakan Hari As-syura. Para pejabat polisi lainnya mengatakan, roket-roket jatuh di tempat itu, sedangkan para saksi mata menduga bom-bom tersembunyi meledak. Korban-korban serangan bom tersebut mengalir ke rumah sakit Karbala, ketika sejumlah ambulans dan kendaraan pribadi mondar-mandir dari dan ke lokasi kejadian. Kepanikan meluas ketika orang-orang di sekitar lokasi kejadian berjuang untuk membantu korban terluka. Mereka mengangkut para korban dengan gerobak, menyelimuti, atau membawa orang-orang yang berlumuran darah dan berjalan bersama mereka untuk mencari pertolongan. Setelah ledakan di dekat makam Abbas, seorang koresponden AFP melihat massa menyerang seorang pria, menendang, memukuli, dan melemparkan batu kepadanya, walaupun tembakan peringatan dilepaskan ke udara. Hujat Bush Aziz Mazhat, pemilik Hotel Karbala, yang mengatakan bahwa dia melihat sedikitnya 20 mayat tergeletak di jalan, menghujat Presiden AS George W Bush. ''Dia datang ke sini untuk menggulingkan Saddam. Tetapi dia tidak melindungi kami,'' katanya. ''Apa yang terjadi hari ini adalah awal dari perang saudara terhadap siapa pun, termasuk orang Amerika yang ingin melukai Irak.'' Seorang saksi mata menceritakan kepada AFP bagaimana dia mencoba menolong para korban. ''Saya membantu menarik delapan mayat keluar dari masjid itu. Saya memperkirakan jumlah korban terluka adalah 25,'' kata Luai Ali Thai di dekat tempat ledakan terjadi. Mobil-mobil ambulans melaju cepat dari dan ke tempat kejadian, sedangkan mobil pemadam kebakaran dan polisi berada di luar masjid. Dua helikopter AS terbang di atas lokasi kejadian. Para saksi mata lainnya mengatakan, massa nyaris menghakimi para juru kamera televisi yang berada di tempat kejadian ketika bom-bom meledak. Mereka menduga, para juru kamera tersebut terkait dengan ledakan-ledakan tersebut. ''Ini bagian dari kampanye teroris. Mereka ingin menyerang dan membunuh rakyat Irak,'' kata Mahmud Othman, seorang suku Kurdi yang menjadi anggota Dewan Pemerintah Irak. ''Ini serangan yang sangat mengerikan di suatu tempat suci,'' katanya. Muslim Syiah juga diserang di Pakistan kemarin. Polisi dan para pejabat mengatakan, sedikitnya 37 orang tewas dan 25 lainnya terluka di Kota Quetta, Pakistan baratdaya, dalam suatu ledakan dan berondongan tembakan terhadap pawai keagamaan. Kekerasan tersebut menyulut amuk massa Syiah yang menyerbu toko-toko, membakar ban-ban, dan memblokade jalan.(ynews-ben-46) | |||||