logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 Maret 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Toko Elektronik di Johar Terbakar

  • Diduga karena Korsleting

SEMARANG -Pasar Johar Selasa (3/2) kemarin nyaris terbakar, bila sumber kebakaran yang menimpa salah satu toko elektronik di kawasan pasar tersebut tidak segera dipadamkan. Diduga, api muncul akibat hubungan arus pendek listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Toko elektronik yang terbakar adalah Toko Nasional berlokasi di Jl H Agus Salim No 3, depan Shopping Center Djohar (SCD) Matahari, milik Yuwono (40), warga Jl Permata Semeru, Getas, Karangkojo. Empat unit mobil pemadam kebakaran berhasil memadamkan api sebelum sampai membesar.

Peristiwa itu bermula ketika sekitar pukul 10.00 seorang tukang becak, Ahmad (40), asal Sayung, Demak makan belenduk (jajanan tradisional dari bahan jagung yang direbus dan ditaburi parutan kelapa-Red) di depan toko tersebut.

Tiba-tiba dia mencium aroma sangit. Secara refleks, dia berusaha mencari sumber aroma yang tidak mengenakkan itu. Dia melihat asap mengepul dari sela-sela pintu di toko milik Yowono tersebut. ''Ternyata api di dalam toko itu sudah membara. Api muncul dari sakelar yang korslet, kemudian merambat ke kabel yang melilit di eternit,'' tutur dia kepada Suara Merdeka di lokasi itu.

Dia kemudian meminta bantuan sejumlah orang yang berada di sekelilingnya. Secara bersama-sema mereka merusak pintu dan memecah kaca-kaca yang menghalangi. Hal itu untuk mempermudah pemadaman.

''Setelah terbuka, orang-orang berusaha memadamkan api itu. Ketika sebuah tabung pemadam disemprotkan, api malah membesar,'' kata seorang pedagang, Mukmin (45), warga Ujung Sari, Bandarharjo.

Salah seorang pedagang segera menghubungi dinas kebakaran. Tak lama kemudian, empat mobil pemadam pun datang dan berhasil menguasai api. Tatik (40), istri korban yang kala itu di lokasi, belum bisa menaksir kerugian yang dideritanya.

Ceroboh

Menanggapi soal kebakaran tersebut, Humas PLN Distribusi Jateng/ DIY Embut Subiyanto yang dihubungi mengatakan, terdapat beberapa kemungkinan penyebab hubungan arus pendek itu. Di antaranya, instalasi listrik di pasar itu semrawut. Pedagang melakukan penyambungan dengan kabel yang tidak sesuai dengan ketentuan teknis.

Tak jarang, karena ketidaktahuan pedagang tentang kelistrikan, kabel audio pun digunakan untuk sambungan listrik. Hal itu sangat berbahaya, karena semakin kecil penampang kabel berarti hambatannya semakin besar. Dengan demikian, arus yang mengalir juga makin besar dan kabel menjadi cepat panas. ''Kemungkinan lain, bisa saja akibat stop kontak yang dipasang bertumpuk-tumpuk,'' ujarnya.

Pemasangan stop kontak semacam itu juga berbahaya, karena digunakan untuk banyak keperluan. Beban daya akan mengalami peningkatan, sehingga menyebabkan arus listrik meningkat dan diikuti peningkatan panas. Jika bagian yang terbakar tersembunyi, dan di sekitarnya terdapat bahan-bahan yang mudah terbakar, api akan mudah menyulut. (G5,G6-45k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA