logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 Maret 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Penanganan Dinilai Lambat

BALAI KOTA- Pemerintah Kota (Pemkot) dinilai lamban menangani wabah demam berdarah (DB) yang kini mengganas di Semarang. Korban meninggal karena serangan penyakit itu terus berjatuhan.

Ny Agung Setiasih, warga Gemah, Kecamatan Pedurungan, menyatakan ketika warga hendak melakukan pengasapan untuk memberantas nyamuk penular DB justru dipersulit oleh birokrasi. ''Kami meminta Dinas Kesehatan menyemprot di wilayah kami. Namun dipersulit. Dengan alasan, minimal harus ada lima kasus,'' ujar dia, Selasa (2/3), di Balai Kota.

Kalangan DPRD Kota juga menilai pemerintah lamban menangani wabah DB. Anggota DPRD dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) H Djunaedi SH menuturkan korban sudah berjatuhan, tetapi pemerintah justru masih menunggu.

Perawatan Gratis

Wali Kota Sukawi Sutarip menyangkal pemerintah lamban menangani penyakit DB. Kini pemerintah menggratiskan biaya perawatan bagi penderita DB yang dirawat di rumah sakit pemerintah, yakni RSUD Kota Semarang, RSUD Tugu, dan RSUP Dokter Kariadi.

Dia mengemukakan yang penting dilakukan warga adalah membersihkan lingkungan masing-masing. ''Kalau lingkungan bersih, tak perlu penyemprotan karena jentik atau nyamuk penular penyakit itu tak bakal ada,'' kata dia. (G17,H1-83g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA