
| Rabu, 3 Maret 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Jumlah Pasien DB di RS Sehari Meningkat 2 Kali LebihSEMARANG- Jumlah pasien penyakit demam berdarah (DB) di sejumlah rumah sakit di Semarang mengalami peningkatan. Penderita yang terserang tak hanya anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Di Rumah Sakit Telogorejo dalam waktu 2 hari terjadi peningkatan kasus hampir 2 kali lipat. Humas RS Telogorejo Nana Noviada Kwartawati SE MM mengatakan, Senin (1/3) pagi jumlah penderita DB di rumah sakit itu tercatat 17 orang. Pada malam harinya melonjak menjadi 32 orang, dan Selasa (2/3) meningkat lagi menjadi 37 orang. Peningkatan itu disikapi pihak rumah sakit dengan menambah kapasitas tempat tidur. Kamar yang sebelumnya hanya ditempati 2 orang, terpaksa diisi 3 orang. Kamar yang semula berkapasitas 4 orang diisi 5 orang. Terkait dengan wabah DB, RS Telogorejo akan melakukan bakti sosial di Kelurahan Tambakrejo Kecamatan Gayamsari.
Bentuknya berupa pengobatan gratis dan pembagian serbuk abate. Kegiatan itu dilaksanakan bersama PT Indofood, yang akan membagikan mi instan untuk warga. Jumlah penderita DB yang menjalani rawat inap di RSUD Tugurejo juga meningkat. Pada Jumat (20/2) ''hanya'' 7 orang, seminggu kemudian menjadi 23 orang, dan Selasa (2/3) siang tercatat 27 orang pasien. Dari jumlah tersebut, 19 di antaranya anak-anak dan lainnya dewasa. Dua orang pasien DB saat ini masih mendapat perawatan khusus di ruang ICU. Humas RSUD Tugurejo Ratih Puspita mengemukakan, peningkatan jumlah pasien DB mulai terjadi sejak minggu ketiga Februari. Keterbatasan kapasitas ruang kelas III di rumah sakit ini menyebabkan beberapa pasien DB harus ditempatkan di ruangan kelas II, meskipun tetap dengan harga kelas III. Jumlah penderita yang cukup banyak terdapat di RSUD Kota Semarang, Jl Ketileng Raya. Menurut informasi dari pihak rumah sakit, semula penderita tak lebih dari 5 orang. Namun, Selasa (2/3) meningkat menjadi 19 orang, yang seluruhnya anak-anak. Kondisi yang sama terjadi di RS Roemani Muhammdiyah. Pada Selasa (24/2) jumlah penderita DB di RS itu 19 orang, tetapi Rabu (25/2) meningkat menjadi 21 orang, dan Kamis (26/2) menjadi 28 orang. Jumlah penderita sempat mengalami penurunan Senin (1/3) menjadi 26 orang. Namun, Selasa (2/3) meningkat lagi menjadi 33 orang.(G6,roe-63k) |