
| Rabu, 3 Maret 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Terkait Pembelokan Kali SilandakPSDA Perhatikan Keselamatan PenerbanganSEMARANG - Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jateng sedang melakukan survei di Kali Silandak. Hasil survei itu akan digunakan untuk penyusunan rencana desain detail pembelokan sungai itu, terkait perpanjangan landasan pacu Bandara A Yani Semarang. Penjelasan itu disampaikan Kepala Dinas PSDA Jateng Nidhom Azhari, Selasa (2/3). Diperkirakan, rencana itu baru selesai sekitar dua bulan sampai tiga bulan lagi. Dia mengatakan, Kali Silandak sebenarnya merupakan wilayah pengelolaan Pemkot Semarang. Namun penanganan kali tersebut dilakukan bersama-sama Dinas PSDA Jateng, karena terkait dengan perpanjangan bandara A Yani. Pemkot mendapat tanggung jawab, terkait dengan pembebasan lahan untuk keperluan perpanjangan landasan pacu dan pembelokan sungai. Dia mengatakan, pihaknya harus melakukan perencanaan dengan sangat hati-hati dan cermat. Apalagi pembelokan itu tidak sekadar membuat alur baru, tetapi juga terkait keselamatan penerbangan. Kondisi saat ini, permukaan Kali Silandak lebih tinggi dibandingkan dengan landasan pacu. Maka, jarak tanggul sungai dengan landasan pacu juga harus cukup jauh. Terlalu Tajam ''Pembelokan Kali Silandak juga harus mempertimbangkan faktor hidrolika air,'' kata dia. Pembelolan sungai itu tidak bisa semata-mata hanya membuat tikungan baru. Untuk memperkecil risiko terjadi luapan air di tikungan sungai, agar tidak dibuat terlalu tajam. Bandara memang sudah membuat saluran kecil di samping aliran Kali Silandak. Namun aliran itu hanya untuk mengurangi genangan di bandara dan tidak untuk menampung limpasan air Kali Silandak. Dia mengatakan, Silandak merupakan sungai yang cukup unik. Sebelum tahun 1988, sungai itu tidak punya muara. Sesampainya di persimpangan rel KA, sungai itu menghilang dan kemungkinan alirannya masuk ke sawah-sawah di sekitarnya. Sebelum membuat aliran ke muara, untuk sementara PSDA membuat sudetan dari Kali Silandak ke Kali Siangker. Soal sedimen juga menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan secara cermat. Sungai itu memang sudah sejak puluhan tahun silam mengalami pendangkalan serius. Salah satu penyebabnya adalah perubahan tata lahan di bagian hulu sungai secara besar-besaran. ''Maka untuk selanjutnya, penanganan daerah hulu juga harus hati-hati,'' kata dia. (G6-45) |