logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 Maret 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Kematian Dariyah akibat Bunuh Diri

UNGARAN- Misteri kematian Dariyah (22), warga Dusun Watububan, Gedanganak Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang, terjawab sudah. Berdasarkan laporan keluarga dan hasil autopsi dokter, buruh pabrik garmen PT Golden Flower Ungaran itu meninggal akibat bunuh diri.

''Awalnya keluarga berkesan menutup-nutupi kasus kematian itu. Namun, setelah didesak mereka mengakui kematian Dariyah akibat bunuh diri,'' kata anggota Polsek Ungaran, kemarin.

Kapolsek Ungaran AKP LA Amani didampingi Kanit Reskrim Aiptu Alim menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi, termasuk orang tua korban bernama Supardi.

Kesimpulannya, Dariyah meninggal akibat bunuh diri. Ketika ditemukan, tubuh korban tergantung di dapur menggunakan selendang.

''Jadi, laporan korban meninggal di tempat tidur itu tidak benar. Sebab, ketika ditemukan keluargnya, korban berada di dapur,'' tutur Alim.

Seperti diberitakan, Dariyah, warga Dusun Watububan, Gedanganak, Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang ditemukan tewas.

Polisi menemukan luka seperti bekas cekikan pada leher korban. Polsek Ungaran memeriksa dua saksi, yakni kakak ipar dan pacar korban.

Alim menambahkan, awalnya polisi memang mencurigai kematian korban tidak wajar. Sebab, pada leher korban ditemukan luka menghitam seperti bekas cekikan. Namun, ketika itu polisi belum bisa memastikan penyebab kematiannya, karena masih menunggu hasil visum dari RSU Ungaran.

''Setelah visum dokter keluar dan berdasarkan pengakuan orang tua korban, kematian Dariyah murni bunuh diri,'' tandasnya.

Pendiam

Hingga kemarin warga sekitar rumah korban masih membicarakan kematian Dariyah yang tak wajar itu. Mereka mengaku heran terhadap kenekatan korban. Sebab, selama ini dia dikenal sebagai pribadi yang pendiam.

''Dia orangnya baik dan ringan tangan. Suka membantu para tetangga kalau sedang hajatan,'' kata seorang warga.

Di depan penyidik, Supardi mengaku selama ini anaknya memiliki sifat pendiam dan tertutup. Karena itu, dia tidak tahu persis persoalan apa yang menimpa anaknya hingga nekat melakukan perbuatan seperti itu.(D14-63k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA