
| Rabu, 3 Maret 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Tertipu Pria yang Mengaku KerabatSEMARANG- Lantaran terlalu percaya kepada orang yang baru dikenalnya, seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Semarang tertipu dan kehilangan sejumlah barang miliknya. Selain memanfaatkan kelihaian berbicara, pelaku yang mengaku kerabat korban diperkirakan juga menggunakan ilmu hipnotis saat beraksi. Korban, Fara Dewita (21) asal Blora, tertipu ketika pada awalnya dia dihubungi seorang lelaki yang mengaku pak dhe-nya yang tinggal di Surabaya. Namun, pria bersuara berat itu tidak menyebutkan nama. Dia hanya menyebutkan sedang berada di Semarang dan minta Fara menemuinya. Anehnya, tanpa mengecek terlebih dahulu, korban percaya begitu saja. Mereka sepakat bertemu di sebuah restoran cepat saji di Mal Ciputra. Sekitar pukul 13.00, ketika sampai di tempat yang dijanjikan, Fara melihat seorang lelaki yang tampak sedang menunggu. Dia pun menyapa dan menanyakan apakah dia yang menelepon dan mengajaknya bertemu. Lelaki itu megiyakan. Setelah bercakap-cakap sebentar, keduanya putar-putar naik taksi dan turun di sebuah warung di dekat Pasar Bulu. Di tempat itulah Fara tertipu. Si pelaku semula berpura-pura meminjam ponselnya untuk menghubungi seseorang. Agar tidak terlihat mencurigakan, pria berumur sekitar 50 tahun itu menggunakan simcard miliknya yang dipasangkan di handphone milik Fara. Namun, menurut Fara, pria itu mengatakan bahwa nomor yang ditujunya tidak bisa dihubungi. Tersangka kemudian meminjam uang Rp 100.000 dengan alasan untuk menelepon di wartel. Sebagai jaminan, dia meninggalkan sebuah tas yang menurutnya berisi uang tunai Rp 10 juta. ''Tolong jaga tas ini, ya,'' kata pelaku ketika keluar warung, seperti ditirukan korban ketika melapor ke Polwiltabes, Senin (1/3). Ditunggu sekitar satu jam, pria bertubuh tinggi kurus dan berbaju hitam itu tidak muncul juga. Dia akhirnya sadar telah tertipu ketika membuka tas yang ditinggalkan pelaku. (G3-83) |