
| Rabu, 3 Maret 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Jalan Utama ke Klipang Rusak Parah
TEMBALANG- Warga Perumahan Klipang, Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, mengeluhkan jalan utama kawasan permukiman itu yang kini rusak parah. Jalan utama tersebut berlubang di banyak tempat, sehingga membahayakan pengguna jalan. Para pengemudi angkutan umum juga mengeluhkan kondisi jalan dimaksud. Mereka khawatir jika tidak segera ditangani, angkutan umum yang melalui jalur itu akan cepat rusak, sehingga mengganggu pelayanan terhadap masyarakat setempat. Lubang-lubang itu terdapat di gerbang Perumahan Tulus Harapan hingga Perumahan Klipang. Kerusakan jalan yang paling parah terdapat di selatan Lapangan Golf Sendangmulyo, tepatnya di sekitar tikungan menuju Perumahan Klipang. Di tempat itu jalan berlubang cukup dalam. Walaupun sudah terdapat lampu penerang namun pengendara sepeda motor tetap sering ''kejeglong''. ''Saya pernah "kejeglong" dan jatuh ketika melalui jalan itu,'' kata Mulyadi, warga Klipang. Lurah Sendangmulyo Sukamto SH mengatakan, sudah berkali-kali menerima keluhan warga. Aspirasi mereka kemudian dilaporkan ke Wali Kota H Sukawi Sutarip SH, pada saat jalan sehat di Kecamatan Tembalang, Senin (9/2) lalu. Pengembang Dua hari kemudian, dia melanjutkan upaya itu dengan melaporkan secara resmi masalah itu pada Camat Tembalang melalui surat No 600/27. Kerusakan jalan di wilayah itu, antara lain akibat buruknya kondisi sebagian saluran. Maka, dalam surat itu, dia bukan hanya melaporkan masalah jalan, tetapi juga kondisi beberapa saluran yang membutuhkan perbaikan. Saluran-saluran itu berada pada lahan yang dikuasai pengembang dan belum diserahkan ke Pemkot. Beberapa pengembang sudah menandatangani kesanggupan untuk memperbaiki saluran bersama warga. Berita acara tersebut ditandatangani Perum Perumnas Cabang Semarang I, PT Mitra Cipta Sejati, PT AFA Permai, PT Ardimas Bumi Mulya Semarang, dan PT Fasat Semarang. Dia menambahkan, kesepakatan itu sudah disebar pada setiap RW di kelurahan itu. Saat ini warga menunggu realisasi perbaikan saluran. Kasubdin Prasarana Jalan dan Jembatan DPU Kota Semarang mengatakan, pihaknya juga sudah berkali-kali menerima laporan warga. Namun DPU tidak berani melangkah karena jalan-jalan di kawasan Klipang belum diserahkan ke Pemkot. ''Maka, pengembang seharusnya ikut bertanggung jawab terhadap kondisi jalan yang berada di wilayahnya,'' kata dia. (G6-63) |