logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 Maret 2004 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Puluhan Juta Rupiah untuk Sedekah Laut

INGIN selamat dan mendapatkan rezeki yang barokah, ternyata harus dengan biaya cukup mahal. Hal itu terbukti saat warga Kampung Ketiwon, Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, menyelenggarakan sedekat laut, kemarin siang, dan menelan biaya puluhan juta rupiah.

Acara yang kali pertama diselenggarakan warga tersebut, dibilang cukup mahal bila mengukur kondisi kehidupan di kampung nelayan tersebut. Ternyata di atas serba kekurangan itu, semangat warga untuk mengubah kehidupan agar lebih baik lagi dari sebelumnya begitu tinggi.

Warga yang bersemangat menggelar ritual tersebut, berawal agar kejadian lima warga yang tenggelam di muara Kali Ketiwon pada Minggu petang 25 Januari lalu, dan dua akhirnya ditemukan tewas (tiga belum ditemukan-Red), tidak terulang kembali.

Mereka juga berharap, kalau tiga korban lain akhirnya tewas, mayatnya dapat segera ditemukan.

''Tetapi setelah dilakukan rembukan dengan warga, sedekah yang sudah dilaksanakan ini maknanya diperluas,'' tutur Supono, Kepala Kelurahan Dampyak, kemarin.

Maksudnya, kata dia, sedekah laut tidak hanya mendoakan agar tiga mayat yang hilang dapat segera ditemukan, tetapi untuk keselamatan seluruh warga Kelurahan Dampyak. Terutama yang mencari nafkah di laut dan yang sering menggunakan Kali Ketiwon.

Nanggap Enthus

Menurut Supono, saran dari sejumlah tokoh agama dan masyarakat, dalam sedekah laut hendaknya digelar kesenian tradisional wayang dan melarung kepala kerbau di laut.

Saran itu pun disetujui, dan warga kemudian nanggap wayang golek dengan dalang Ki Enthus Susmono.

Untuk nanggap Enthus, kata dia, warga membayar Rp 14,3 juta.

Dalang mbeling yang suka ceplas-ceplos itu, sebetulnya berasal dari Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat. Namun dia kini lebih banyak tinggal di Desa Bengle, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal dan mendirikan Sanggar Satria Laras.

Dana untuk sedekah laut menelan biaya Rp 28.3 juta. Dana sebesar itu dihimpun dari warga dan donatur lain. Anggaran tersebut antara lain diperoleh dari sumbangan Agus Riyanto, Ketua DPC PDI-P Kabupaten Tegal yang juga menjadi Bupati Tegal terpilih. Dia membantu penyelenggaraan acara itu Rp 20 juta.

''Sedekah laut adalah adat yang harus dihormati. Jangan memperdebatkan masalah ini dengan hal sirik atau tidak. Yang jelas warga berharap dengan acara seperti ini, hidup mereka selamat dan mendapatkan rezeki yang barokah. Kalau ada yang meributkan, mengko duwite tak belekna (nanti uangnya akan dikembalikan-Red),'' tutur Enthus sebelum menggelar pertunjukan wayang golek berjudul Budug Basu. Sentilan itu kontan membuat warga tertawa lepas. Termasuk sejumlah pejabat Pemkab Tegal dan Muspika Kecamatan Kramat.

Pertunjukan yang dimulai pukul 11.15 tersebut, selesai sekitar pukul 13.00. Kemudian dilanjutkan dengan pelarungan kepala kerbau ke laut lepas, dikawal lima kapal cantrang melewati Kali Ketiwon.(Riyono Toepra-14s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA