
| Rabu, 3 Maret 2004 | Jawa Tengah - Banyumas |
Pemalak Dihajar MassaPURWOKERTO - Berusaha kabur dari mobil patroli Satpol PP, tukang palak bernama Setiawan (34) babak belur dihajar massa. Petugas Satpol yang membawa dia berteriak maling dan orang-orang yang berada di tepi jalan langsung mengejar dan menghajarnya. ''Dia kini kami tahan,'' kata Kasat Reskrim Polres Banyumas AKP Arif Fajarrudin didampingi Aipda Supriyanto, kemarin. Dia menjelaskan, Setiawan, warga Jl Kol Sugiyono Purwokerto adalah tukang palak yang sering berurusan dengan polisi. Ketika sedang memalak tiga pelajar di Jl Kauman Lama bersama Yoyo (24), warga Arcawinangun, Purwokerto, Purwokerto, dia dipergoki petugas. ''Saya waktu itu sedang lewat jalan tersebut untuk menjemput istri. Saya lihat ada Setiawan dan Yoyo sedang mengerubungi tiga pelajar. Saat itu pelajar tersebut tampak ketakutan. Ini jelas pemalakan,'' kata Aipda Supriyanto. ''Begitu melihat dia, saya yakin pasti ada aksi kejahatan,'' jelasnya. Melihat polisi datang, kedua pelaku itu langsung lari. Namun, mereka tidak bisa kabur jauh karena masuk gang buntu di belakang pertokoan Jl Jend Sudirman, sekitar 50 meter dari Jl Kauman. Karena ketika itu seorang diri, Aipda Supriyanto hanya bisa menangkap satu pelaku yaitu Setiawan. Untuk menarik perhatian warga sekitar, dia berteriak maling-maling. Warga pun keluar rumah. Namun, yang keluar hanya para wanita, tidak ada satu pun lelaki, sehingga Yoyo berhasil kabur ke perkampungan. Dikawal Petugas Setelah menangkap Setiawan, muncul mobil patroli Satpol PP Pemkab Banyumas. Polisi segera meminta petugas Satpol membawa tersangka pemalakan ke kantor Polres. Penjahat itu dinaikkan di bak belakang dikawal tiga petugas Satpol. Ketika mobil itu sampai di perempatan Sri Ratu, Jl Jend Sudirman, tersangka Setiawan berusaha kabur dengan cara menabrak kanvas mobil Satpol hingga jebol. Dia jatuh, kemudian melarikan diri. Tiga petugas yang mengawal berteriak maling dan warga di sekitar tempat itu pun mengejar tersangka. Setiawan dihajar beramai-ramai hingga babak belur. Dalam kasus pemalakan itu, yang menjadi korban adalah Edy Purnomo (16), Nur Ekowibowo (16), dan Alip Purnomo (16). Ketiga pelajar sebuah SMA di Purwokerto itu mengaku telah memberikan uang Rp 180.000 kepada dua pemalak tersebut. (in-81e) |