
| Rabu, 3 Maret 2004 | Jawa Tengah - Banyumas |
Pedagang Pasar Wage Nekat Turun Lagi
PURWOKERTO-Pedagang Pasar Wage Purwokerto yang berjualan di lantai II dalam beberapa pekan terakhir ini nekat berjualan lagi ke lantai bawah seperti di areal parkir, pintu masuk, dan jalur tengah. Bahkan lokasi berjualan mereka melebar hingga ke lingkungan pasar, seperti Jalan Wihara, dan jalur depan pasar bagian barat (kompleks ruko eks Pasar Wage lama) yang masih dibangun oleh PT Pumas Basata. Padahal, sebelumnya mereka tertib berjualan di lantai atas. Dari pantauan Suara Merdeka, mereka nekat turun karena tidak lagi diawasi petugas. Penertiban dan penataan sebelumnya kini kembali dilanggar. Jalur masuk dan kawasan parkir kini semakin semrawut. Pedagang yang tidak kebagian terpaksa mengunakan lahan parkir. Akibatnya, arus lalu lintas sering macet. Petugas parkir pun ada yang terang-terangan menyewakan lokasinya untuk dipakai berjualan pedagang. Hasil penertiban terdahulu, pedagang boleh berjualan lagi ke bawah selepas pukul 10.00. Itu pun dengan catatan jumlah dan lokasi berjualan dibatasi. Sejumlah pedagang yang ditemui terpisah kemarin mengemukakan, mereka turun selain ikut-ikutan padagang lain, juga karena terdesak keadaan. Lantai II selama ini selalu sepi pembeli, bahkan kian hari dagangan mereka tidak laku dan merugi. ''Siapa yang mau berjualan tetapi tidak laku? Kalau semua pedagang ditanya pasti menjawab tidak mau. Sementara kami setiap bulan harus membayar cicilan kios/los yang disewa,'' tutur Warti (45), pedagang sayuran yang kini berjualan di jalur tengah sebelah timur. Tidak Konsisten Kenekatan pedagang kembali berjualan ke lantai dasar antara lain dipicu oleh ketidakkonsistenan petugas dalam mengawasi dan menertibkan mereka. Sekarang juga jarang terlihat patroli petugas. Paling yang ada hanya petugas pasar, itu pun hanya sepuluh orang. pengawasan dan penertiban ratusan pedagang, Kepala Pasar Wage Sutoro menyatakan, harus melibatkan banyak petugas dari berbagai unsur. Pintu masuk/tangga naik menuju lantai atas berjumlah 11. Mereka yang nekat berjualan di Jalan Wihara, lanjut dia, terutama pemilik lahan atau para PKL menyewakan kepada pedagang lantai II. Di lokasi itu yang boleh berjualan hanya pedagang rongsokan, ayam, dan pisang. Namun, sekarang bercampur dengan pedagang sayur, kelapa, daging, dan bumbu. ''Sekarang yang berjualan di bawah 300-an pedagang. Bagaimana kami bisa mengawasi mereka yang begitu banyak?'' keluhnya. Kepala Satpol PP Bakesbangtiblinmas Bambang Setijono mengatakan, konsentrasi aparat Satpol PP sekarang tertuju pada Pemilu 2004. Untuk penertiban lagi, pihaknya belum mendapat mandat dari dinas terkait. Adapun kata Karno M Noch, Kasi Bina Dagang Disperindagkop, kunci utama penataan pedagang Pasar Wage sebenarnya kesadaran para pedagang sendiri. Berkali-kali ditertibkan dan aturannya sudah jelas, ternyata tetap saja nekat berjualan ke bawah. (G22-81e) |