logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 Maret 2004 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Sepuluh Nelayan Dikhawatirkan Hilang

  • Putus Kontak sejak Jumat Pekan Lalu

CILACAP- Sepuluh nelayan Cilacap sejak Jumat pekan lalu putus kontak dengan pemilik kapal yang ada di darat. Kesepuluh pencari ikan tongkol itu dikhawatirkan hilang di perairan Batu Karas wilayah Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.

''Hingga kini kesepuluh nelayan Cilacap yang melaut menggunakan kapal motor 'Sida Rahayu' belum diketahui keberadaannya. Kami khawatir dengan keadaan mereka,'' kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap, Atas Munandar.

Menurut Atas, Rusmanto Awen selaku pemilik kapal yang ada di darat putus kontak dengan para nelayan pemakai perahunya sejak lima hari lalu.

Karena itu, katanya, mereka yang berada di darat tidak tahu apakah kesepuluh nelayan tersebut masih berlayar atau tidak.

Dia menjelaskan, tim SAR Wijayakusuma Cilacap saat ini berupaya mencari kapal motor itu. ''Kami sedang mencari di sekitar laut Pangandaran sampai Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Dugaan sementara mereka masih berada di perairan tersebut,'' lanjut Atas yang juga komandan tim SAR Wijayakusuma.

Pencarian Darat

Menurut dia, selain pencarian di laut dengan menggunakan dua buah kapal, tim SAR juga melakukan pencarian darat di wilayah Klapakerep, Pangandaran, dan Pemengpeuk, Jawa Barat, melalui koordinasi dengan satuan polisi laut Pangandaran.

Sementara itu Ketua Kelompok Nelayan Sentolo Kawat Cilacap, Untung, membenarkan saat ini ada sepuluh nelayan yang belum diketahui keberadaannya.

''Mereka melaut sejak Minggu 15 Februari. Namun sampai hari ini (kemarin-Red), mereka belum kembali. Kami khawatir dengan nasib mereka,'' kata dia.

Dari data sementara, diketahui enam nama orang yang masuk dalam sepuluh nelayan hilang. Mereka adalah Sono (juru mudi/warga Donan, Cilacap), Gento (wakil juru mudi/ warga grumbul Kebon Sayur, Kelurahan Sidakaya), Mujianto (ABK/Donan), Gianto (ABK/Jl Kolonel Sugiono), Nandi (ABK/Jl Kolonel Sugiono), Ade (ABK/Jl Kelapa Lima). Sementara empat nelayan lain belum diketahui nama dan alamatnya.

Baik Atas Munandar maupun Untung tidak dapat memastikan apa yang terjadi dengan kesepuluh nelayan tersebut. Namun mereka berharap kesepuluh orang itu dalam keadaan baik. (G21-81s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA