
| Rabu, 3 Maret 2004 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
Kios di Logending Akan DitataGOMBONG- Puluhan kios di objek wisata Pantai Logending, Kecamatan Ayah, Kebumen, belakangan ini dinilai semakin mengganggu pandangan para pengunjung. Sebab kios-kios itu dibangun terlalu menjorok ke pantai. Jumlah kios di objek wisata yang berjarak sekitar 44 km di barat laut Kebumen itu terus bertambah. Mereka rata-rata pedagang setempat. Selain itu, ada pedagang musiman dari Banyumas, Cilacap, dan Purbalingga. Kasubdin Pariwisata Noer Soegiri SSos kemarin menuturkan, penataan kios pedagang di Pantai Logending tersebut sudah mendesak, mengingat kondisi mulai semrawut. Karena itu harus ditempuh dengan upaya pendekatan sosial kepada pedagang. Dia menegaskan, keberadaan kios tersebut tidak sejalan dengan prinsip kepariwisataan. Semestinya, pandangan di kawasan pantai harus lepas dan tidak ada penghalang bagi wisatawan. Apalagi, lanjut dia, pantai tersebut merupakan aset Pemkab dan anugerah bagi masyarakat. Sebab, dari keindahan alam itu bisa mendatangkan pemasukan bagi daerah ataupun rezeki buat para pedagang. Dia mengakui beberapa waktu lalu telah mengadakan dialog dengan para pedagang serta melibatkan Perhutani. Sebab, sebagian lahan pantai Logending masuk kawasan Perhutani Gombong Selatan. Dibuat Talud Menyinggung kondisi sampah yang beserakan di sepanjang pantai, Noer Sugiri mengakuinya. Apalagi terdapat enam anak sungai yang bermuara di Pantai Logending. Sebagian sampah itu dari daerah Banyumas, sebagian dari pegunungan. Guna mengurangi sampah itu, pihaknya memperoleh dana Rp 750 juta untuk menata talud dan jalan di tepi sungai. Dana tersebut terbagi untuk membenahi objek pariwisata Gua Jatijajar, Waduk Sempor, dan Pantai Logending. Kistoto, seorang pedagang menyatakan, pihaknya mau saja ditata. Namun hendaknya para pedagang musiman dari luar daerah juga lebih ditertibkan. Mengenai harga kios, Kistoto keberatan dan meminta agar diturunkan. Sebab ada informasi harga kios Rp 40 juta, atau tiga lokal Rp 120 juta. ''Kami minta harganya ditinjau kembali agar pedagang mampu membeli,'' pintanya.(B3-76s) |