logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 Maret 2004 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Reuni ''Politik'' di Pesantren Ad Daldiri

UDARA daerah Kebumen sore itu sejuk. Awan tebal di atas Pondok Pesantren Ad Daldiri, Desa Purwodadi, Kuwarasan menambah susana terasa damai. Hari itu digelar pengajian menyambut Tahun Baru 1425 Hijriah.

Pondok tersebut diasuh KH Saefudin Daldiri alias Kiai Kojaki atau akrab dipanggil Mbah Kojaki. Dia juga dikenal sebagai Mursyid (pimpinan) Front Thoriqotul Jihad (FTJ). Anak buahnya kini tersebar di berbagai daerah. Mulai dari Banyumas, Cilacap, hingga Semarang.

Pada awal-awal reformasi gerakan Kiai Kojaki beserta FTJ dan santri-santrinya disegani berbagai pihak. Setidaknya pengaruh dan relasi Mbah Kojaki itu tergambar pada acara pengajian, Jumat sore pekan lalu.

Praktis acara yang dikemas menyambut semarak 1 Muharam itu bak reuni politik. Pada deretan undangan depan hadir mantan Bupati Kebumen selama dua periode, H Amin Soedibyo dan istrinya, Ny Hj Sri Rahayu Amin Soedibyo SH.

Tampak pula mantan Ketua DPD Partai Golkar yang kini menjabat Ketua Pepabri Kebumen, H Sidi Adianto dan istri. Ketua MUI Kebumen KH Habib Daldiri yang kakak kandung Kiai Kojaki, terlihat pula.

Dari pejabat resmi, Bupati Kebumen Dra Hj Rustriningsih MSi mengutus Asisten II Sekda Drs H Mahar Mugiyono. Mahar berbaju batik kuning dan berpeci, duduk berdampingan dengan Sidi Adianto.

Koalisi

Uniknya, beberapa tokoh politik di luar Partai Golkar pun hadir. Sebut saja misalnya Dr HM Tasriel Sabtayudha SH MBA dan Edi Samalo dari DPP Partai Bintang Reformasi (PBR). KH Zainuddin MZ sebenarnya juga diundang, namun berhalangan.

Lebih menarik lagi kehadiran tokoh militer Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi yang juga mantan Wakil Panglima TNI. Ternyata, Fachrul Razi ini mewakili Wiranto. Singkatnya, Fachrul tim sukses Wiranto sebagai calon presiden.

Hampir semua tokoh diminta maju ke depan memberikan sambutan.

Tatkala naik panggung, H Amin Soedibyo memperkenalkan istrinya, yang pada Pemilu 2004 ini nyalon sebagai anggota DPRD Jateng dari Partai Golkar.

''Bu Amin niku mboten tiyang sanes. Mangke bade mewakili panjenengan saking daerah Kebumen, Purbalingga lan Banjarnegara,'' ujar Pak Amin mengampanyekan istrinya.

Giliran Fachrul Razi. Dia diminta mengisi pengajian, namun ikut-ikutan ''kampanye''. Bahkan tak segan-segan berpromosi untuk Wiranto. Para santri dan undangan diminta memilih presiden yang amanah dan bisa membawa bangsa lebih baik. ''Pemimpin amanah itu ada pada diri Pak Wiranto,'' ujar pensiunan jenderal bintang empat itu.

Di sela-sela acara, rombongan Front Umat Islam Surakarta dipimpin KH Mudzakir (Ustad Mudzakir) tiba. Dalam rombongan itu ikut pula Ustad H Mulyono dan Koordinator Tim Pembela Muslim Mahendradata.

Sang tuan rumah menyambut hangat para tamu dari Solo itu. Bahkan terlihat Kiai Kojaki berangkulan erat dengan Ustad Mudzakir dan Mahendradata. Ustad Mudzakir yang juga dekat dengan Ustad Abu Bakar Ba'asyir itu memang sahabat Kiai Kojaki.

Jadilah pengajian tersebut makin gayeng dan semarak. Sehabis pengajian, Ustad Mudzakir dan Mahendradata masih berdiskusi dengan KH Saefudin Daldiri di Pondok Al Daldiri.(Komper Wardopo-76k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA