
| Rabu, 3 Maret 2004 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
Jurkam Jangan Menjual Ayat SuciPURWOREJO-Ulama Maron, Loano, KHR Ahmad Abdul Haq SPd mengingatkan agar para juru kampanye (jurkam) parpol tidak mengobral janji dan memberi iming-iming dengan menjual agama. ''Jurkam jangan menjual ayat-ayat suci Alquran untuk kepentingan politik. Mestinya sebaliknya, politik untuk memperjuangkan agama,'' katanya, kemarin. Lazimnya pengembangan agama bukan melalui politik, melainkan melalui pengajian-pengajian dan sejenisnya. Kalau politik ingin mengembangkan agama, seharusnya tidak hanya disampaikan pada saat mendekati pemilu, tapi rutin melalui acara-acara yang tepat. Kiai yang juga anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Purworejo itu lebih lanjut berharap, kampanye yang akan dimulai pada Minggu depan berjalan dengan aman dan tertib. Karena itu, dia berpesan agar para juru kampanye seluruh parpol untuk berkampanye dengan kata-kata yang baik. Mengajak masyarakat mengisi dunia dengan hikmah-hikmah yang baik. Sementara itu, masyarakat diminta menyambut proses akhir pemilu dengan saling bersanding. Kiai Abdul Haq menilai, sekarang sangat dibutuhkan rekonsiliasi. ''Kalau masyarakat saling bersahabat rahmat akan turun, bukan azab. Karena itu, persatuan dan kesatuan sangat dibutuhkan untuk memperbaiki politik dan ekonomi kita,'' imbuhnya. Dia juga berpesan, pada masa seperti sekarang sebaiknya semua pihak berada sesuai dengan porsi masing-masing. Yang bukan politikus murni dia sarankan tidak ikut berkampanye. Sebab, dampaknya bagi masyarakat awam tidak baik. Wakil Ketua DPRD H Aedy Korim juga memberikan pesan moral yang sama. Dia berpendapat, sebaiknya juru kampanye menyampaikan platform yang formal saja. ''Jangan memolitisasi agama dan jangan menipu masyarakat,'' ujarnya. (yon-76e) |