logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 Maret 2004 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Wonosobo-Kebumen Lewat Jalan Darurat

  • Semua Kendaraan Harus Hati-hati

WONOSOBO - Arus lalu lintas Wonosobo-Kebumen lewat Kaliwiro dan Wadaslintang, Selasa kemarin lancar kembali. Namun khususnya bus, mikrobus, truk dan lain-lain harus berhati-hati melewati jalan darurat di sebelah badan jalan yang longsor di Desa Mandalika Tanjunganom Kecamatan Kaliwiro Wonosobo.

Sebagaimana diberitakan, Suara Merdeka (2/3), jalan raya di Desa Mandalika Tanjunganom Kaliwiro, longsor belasan meter sedalam tujuh meter.

Badan jalan tinggal satu meter lebih, sehingga jalan terputus dan tidak bisa dilewati mobil, truk/bus.

Sehubungan dengan ambrolnya badan jalan raya tersebut, Senin (1/3) lalu arus lalu lintas dialihkan melalui Wonosobo-Purworejo-Kebumen atau Wonosobo-Banjarnegara-Banyumas-Kebumen. Sebagian disalurkan melalui jalur alternatif antara Wonosobo-Sapuran-Kalibawang-Kaliwiro. Angkutan umum menurunkan penumpang di kedua ujung jalan yang longsor.

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, jalan darurat yang berada di sebelah jalan yang longsor, kini belum terlalu padat.

Terlebih pada malam dan pagi hari kemarin, di kawasan tersebut hujan. Karena itu, jalan darurat berupa urukan tanah dan batu sering harus diuruk batu/kricak, sesaat ada kendaraan yang lewat.

Untuk keperluan itu, ditempatkan empat pekerja sebagai tukang uruk dan meratakan jalan yang melesak dilewati mobil/truk.

Dengan begitu, arus lalu lintas di tempat itu berjalan lancar. Tidak ada kendaraan yang terjebak di jalan darurat.

Petugas lapangan Bina Marga yang mengawasi di lokasi menjelaskan, jalan darurat itu akan diuruk dengan pasir dan batu. Jalan darurat itu akan diperkeras, sambil melaksanakan perbaikan badan jalan yang longsor.

Empat Bulan

Adapun perbaikan jalan yang longsor diperkirakan memerlukan waktu empat bulan dengan biaya mencapai ratusan juta rupiah.

Pada musim hujan, jalan raya Wonosobo-Kebumen, terutama ruas jalan antara Sawangan-Kaliwiro-waduk Wadaslintang sering ambles dan retak-retak.

Tanah di kawasan tersebut cukup labil, bahkan sebagian di antaranya adalah tanah bergerak.(P55-76e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA