logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 Maret 2004 Jawa Tengah - Muria  
Line

Tikus Menyerang Perkampungan Nelayan

  • Mulai Masuk ke Pertokoan

REMBANG- Nelayan yang bermukim di kawasan pantai Rembang belakangan ini terganggu dengan merajalelanya hewan tikus. Hewan pengerat yang berukuran besar atau sering disebut wirok itu setiap hari berkeliaran di rumah-rumah penduduk.

"Benar, sekarang ini tikus merajalela di mana-mana. Sepertinya hewan tersebut tak takut dengan manusia," kata Rasiadi (35), asal Sarang.

Beberapa warga yang tinggal di daerah pantura, seperti Kecamatan Kragan, Sluke, Lasem, Kaliori, dan Kota Rembang, umumnya kurang aman menyimpan ikan atau bahan makanan lain. Sebab kenyataan yang terjadi, tikus-tikus itu suka melahap berbagai jenis makanan yang disimpan oleh warga.

Dengan merajalelanya tikus, kehidupan rumah tangga para nelayan menjadi kurang tenang. Betapa tidak, ikan milik mereka yang disimpan di dalam rumah ataupun yang dijemur di halaman rumah sering dicuri.

Disebutkan, kemunculan hewan tikus itu sudah lama. Tetapi pada musim hujan ini berjumlah semakin banyak. Yang lebih menjengkelkan, tikus-tikus itu sepertinya tak pernah kenyang. Terbukti hewan tersebut begitu rakus melahap apa saja yang ada didepan. Termasuk papan kayu yang terpasang untuk dinding rumah juga sering menjadi sasaran tikus.

Tikus yang "menyerbu" perkampungan nelayan berjumlah ribuan ekor. Hal itu sangat meresahkan, karena keberadaan hewan tersebut sangat mengganggu warga. Bahkan barang-barang rumah tangga juga sering dirusak.

Warga yang bermukim di daerah perkotaan pun tak luput dari gangguan tikus. Termasuk para pemilik toko yang ada di Kota Rembang umumnya mengatakan kerepotan menghadapi serangan tikus.

Ditanya tentang upaya pemberantasan, hampir sebagian besar warga yang dihubungi Suara Merdeka mengaku sudah lelah memberantas tikus. Alasannya, mereka telah berkali-kali memberikan umpan pakan tikus yang sudah dicampur dengan racun. Tetapi cara tersebut tidak banyak membawa hasil, buktinya tikus masih merajalela.

Tak hanya itu, warga juga menggropyok tikus, dengan cara membongkar sarang-sarang tikus. Selain itu ada pula yang memasang perangkap tikus. Cara-cara pemberantasan seperti itu hasilnya juga kurang memuaskan.

Mungkin merasa pekerjaan itu sia-sia, akhirnya warga hanya membiarkan tikus berkeliaran di rumah. Hal itulah yang menjadikan populasi tikus berjumlah semakin banyak.

Beberapa petugas KUD "Saroyo Mino" Tasikagung, Kecamatan Kota Rembang, membenarkan banyaknya tikus yang berkeliaran di perkampungan nelayan. Menurut mereka, tikus-tikus tersebut sudah mulai menyerang gudang penyimpanan ikan.(jl-34s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA