
| Rabu, 3 Maret 2004 | Jawa Tengah - Muria |
BKKBN Dilikuidasi, Program KB Jalan TerusPAGI, sekitar pukul 10.00, suasana di Kantor BKKBN Blora yang secara resmi sudah dilikuidasi, tidak ada perubahan dibanding pada hari-hari sebelumnya . Sejumlah karyawan tampak aktif mengerjakan tugas rutinnya. Bahkan di aula kantor itu tampak dipersiapkan akan diadakan pertemuan para petugas BKKBN yang ada di lapangan. Wajar, jika ada satu dua karyawan yang bermain game pada sebuah komputer. "Ya Anda sudah tahu sendiri, bahwa kantor kami sudah terlukuidasi. Sehingga sudah sewajarnya kegiatan sebagian karyawan vakum," ungkap seorang karyawan kepada Suara Merdeka Beberapa karyawan mengaku sudah mendengar bahwa nantinya mereka akan bergabung dengan Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD). Hal ini juga diakui oleh Kabag Humas, Slamet Pamudji SH, bahwa direncanakan para karyawan eks BKKBN akan digabung dengan Kantor PMD. Ada informasi, nantinya dalam SOT yang baru kantor PMD akan berubah nama menjadi Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan akan dibagi menjadi tiga bidang. Yang diprediksi banyak pihak, nantinya akan timbul permasalah dalam penempatan beberapa personil, utamanya bagi karyawan yang menduduki eselon III dan IV. "Katanya sih nantinya formasinya separuh-separuh. Artinya separoh dari BKKBN akan mendapai pos jabatan tertentu dan separoh dari karyawan PMD juga akan menduduki jabatan tertentu," ungkap seorang karyawan. Dikemukakan, di Kantor BKKBN saat ini ada 4 orang karyawan yang esolon III yang mana kalau di lingkungan Setda Blora setara dengan Kabag. Sementara untuk eselon IV ada 32 orang karyawan. Selain masalah pembagian porsi jabatan tersebut, jika nanti digabung dengan PMD, beberapa karyawan justru mempertanyakan dan mengkhawatirkan, selama masa transisi banyak program yang tidak jalan. Dicontohkan, menyusul sesuai dengan SK Bupati bahwa selama massa transisi semua karyawan berstatus staf seperti tercantum dalam pasal 13, dipastikan frekuensi pembinaan KB ke lapangan tidak dilakukan. Ini disebabkan sesuai SK itu praktis untuk melakukan pembinaan itu sudah tidak jalurnya. Tetap Dijalankan Ditanya harapan ke depan setelah karyawan BKKBN bergabung dengan Kantor PMD ? Dikemukakan, apapun bentuknya, siapapun yang akan mengendalikan, dia berharap agar program KB dan program pengentasan kemiskinan tetap harus berjalan. Alasannya, jika program KB tidak dikendalikan secara khusus, dikhawatirkan keberhasilan KB yang sudah dicapai saat ini akan merosot kembali. Jelas nanti angka kelahiran akan bertambah dua kali dalam masa 4 tahun. Jika memang kondisinnya demikian, dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan secara umum. Baik menyangkut jumlah penduduk dan penyediaan lapangan pekerjaan. Angka pertumbuhan penduduk saat ini mencapai 0,67 % dikhawatirkan akan naik.(Urip Daryanto-34) |